Bagaimana Cara Merespon Siswa yang Suka Melawan?

Setiap orang pasti memiliki karakter yang berbeda-beda, begitu pula pada peserta didik yang kita ajarkan. Sebagai guru tentunya Anda sudah mengenal sifat dan karakter siswa-siswi, mulai dari yang pendiam, penurut, tegas hingga ada pula yang sering melawan dan susah dinasehati. Tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi Anda, seperti Anda bisa merespon dan menyikapi mereka dengan baik agar tujuan dari pembelajaran tersebut bisa tercapai.

Ya, pasalnya tujuan pembelajaran bukan semata-mata untuk mendapatkan nilai yang bagus, tetapi membentuk karakter siswa agar lebih baik dan menjadi manusia berguna di masa depan. Apalagi, PR terbarunya bagi guru dan sekolah yaitu berupaya semaksimal mungkin untuk menanamkan nilai-nilai pancasila dan menciptakan pelajar pancasila, di mana mereka bersikap atau berperilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Kembali lagi pada sikap atau karakter siswa yang suka melawan, pasti Anda merasa kesulitan dalam menghadapinya, apalagi jika mereka sudah berulang kali dinasehati namun tetap melakukan hal yang salah. Jika ini terus dibiarkan maka akan mengganggu proses pembelajaran, menurunkan prestasinya, dan lainnya.

Cara Tepat Mengatasi Siswa yang Suka Melawan

Sebagai guru, Anda harus memiliki 1001 cara untuk mendidik dan membimbing siswa. Tetap lakukan cara terbaik dan elegan untuk menumbuhkan karakter baik dan menghilangkan karakter buruk siswa tanpa harus menggunakan kekerasan atau cara yang menyebalkan.

7 Hal yang Harus Orangtua Perhatikan Saat Anak Tumbuh Remaja
Saat memasuki masa remaja, anak biasanya akan mengalami yang namanya emosi yang tidak stabil dan labil

Berikut ini merupakan beberapa cara tepat untuk merespon atau menanggapi siswa yang suka melawan, di antaranya yaitu

1. Pahami Karakter Siswa

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya bahwa setiap orang memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda. Siswa yang Anda ajarkan bukan 1-2 orang saja, tapi puluhan atau bahkan ratusan siswa yang mana mereka memiliki karakter berbeda. Sehingga dibutuhkan pola pengajaran dan pendekatan yang berbeda pada setiap siswa, namun bukan berarti dalam penilaian bersifat subjektif, penilaian kepada siswa harus tetap objektif.

Untuk mengetahui karakteristik siswa Anda bisa mengamati kebiasaan yang sering dilakukannya ketika di kelas, gaya belajar mereka, gaya komunikasi terhadap guru dan teman sebayanya, dan lain sebagainya. Setiap siswa pasti mempunyai sisi positif dalam dirinya, senakal apapun siswa pasti ada satu hal yang memotivasi mereka untuk terus belajar.

Jika Anda menemukan siswa yang terus melawan atau membuat masalah, cobalah fokus pada sisi baik siswa ini agar bisa dieksplorasi kebaikannya lebih dominan dibandingkan sisi negatifnya.

2. Menjadi Guru yang tegas Bukan Keras

sumber: https://www.pexels.com/

Untuk menegur siswa yang suka melawan, Anda harus menjadi guru yang tegas bukan yang keras. Pasalnya, salah satu karakteristik guru yang kurang disukai siswa yaitu guru yang mempunyai pola pengajaran bersifat otoriter karena siswa tidak selalu suka ditekan atau disuguhi dengan aturan yang membuatnya merasa terkekang atau tertekan mentalnya. Bedakan sifat antara tegas dan keras.

Guru yang memiliki sifat tegas akan disegani oleh siswa. Ketegasan di sini artinya guru memiliki konsistensi terhadap prinsipnya sebagai seorang guru. Misalnya jika guru tersebut membuat aturan siswa yang terlambat masuk 15 menit tidak diizinkan masuk kelas, maka guru tersebut harus konsisten dalam menjalankan aturan tersebut dan bersifat objektif, artinya tidak memilih-milih siswa dalam memberikan hukuman yang melakukan kesalahan.

Siswa akan senang diajar dan dibimbing oleh guru yang tegas karena hal ini akan menumbuhkan kedisiplinan dan konsistensi menjalankan aturan dari guru. Berbeda dengan guru yang keras, di mana ini akan membuat siswa merasa takut atau bahkan yang membangkang semakin membangkang.

Sebagai guru, jangan sekali-kali Anda melakukan hal yang berkaitan dengan fisik misalnya memukul atau mencubit. Sekecil apapun Anda dengan siswa tersebut, usahakan untuk lebih sabar dan tidak bermain fisik.

3. Ketahui Penyebabnya

Segala sesuatu yang terjadi pasti memiliki alasan atau penyebabnya, begitu pula dengan perilaku siswa. Jika Anda menemukan siswa yang selalu membuat masalah dan membangkang, Anda harus mencari tahu penyebabnya untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Untuk mencari tahu penyebabnya, Anda bisa melakukan pendekatan dengan siswa tersebut, komunikasi secara intens atau bertanya dengan teman dekatnya.

Mungkin saja si anak sedang ada masalah pribadi atau keluarga yang membuat pikiran nya menjadi kacau, sehingga mereka membuat masalah. Jika hal ini terjadi, tentu Anda juga harus berkomunikasi dengan orang tua si anak untuk bekerja sama membentuk karakter anak lebih baik.

4. Membangun Hubungan Komunikasi yang Baik

Komunikasi yang baik menjadi salah satu cara untuk memperbaiki hubungan renggang atau kurang baik. Anda bisa mengenal siswa tersebut melalui komunikasi dan pendekatan yang intensif. Anda bisa memberi perhatian lebih pada siswa yang bermasalah dan usahakanlah untuk menjadi teman cerita dan pendengar yang baik.

5. Mampu Menempatkan Diri dalam Berbagai Keadaan

sumber: https://www.pexels.com/

Sebagai guru, Anda harus memiliki kemampuan bisa beradaptasi di lingkungan dengan baik serta mampu menempatkan diri dalam berbagai keadaan. Hal ini dikarenakan guru memiliki banyak peran di sekolah sesuai kebutuhan peserta didik.

Guru merupakan manusia pembelajar yang mana bukan hanya mengajar siswa-siswi saja, tetapi juga ikut belajar mengembangkan kompetensi yang dimiliki.

Dalam membimbing siswa, guru juga harus bisa menempatkan diri sebagai orang tua mereka. Sebagai orangtua tentu Anda ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anak Anda, dan menyayangi mereka dengan tulus. Seperti itulah guru sebagai orang tua di sekolah.

Selain itu guru juga harus berperan sebagai teman atau sahabat bagi siswa-siswinya. Ketika seorang siswa ingin bercerita atau curhat tentang permasalahan apapun, baik permasalahan keluarga, masa depan mereka dan lainnya. Pada saat itu, posisikan Anda sebagai seorang teman, seorang guru, agar siswa bisa bercerita dengan nyaman.

Menjadi guru bukan selalu harus menggurui, karena mengajar juga termasuk dalam proses belajar. Kadang Anda hanya perlu diam dan mendengarkan keluh kesah siswa-siswi Anda, agar mereka bisa menyampaikan apa yang ada dipikirannya.

6. Memperbanyak Beri nasihat

Mungkin ada rasa bosan karena terus-menerus menasehati siswa-siswi Anda namun mereka belum bisa berubah juga, dan bahkan mereka menganggap bahwa nasihat Anda hanya angin semata. Namun perlu diingat, sebagai guru, sudah kewajiban Anda untuk membimbing dan mendidik mereka sesulit apapun itu.

Teruslah memperbanyak beri nasihat baik kepada siswa-siswi Anda, hingga mereka bisa berubah secara perlahan.

Manfaat Mengajak anak Menonton Cerita Anak di YouTube
menonton film animasi dapat membantu anak mengembangkan logika, memudahkan mengurutkan jalan cerita, serta anak mengambil pesan moral cerita

7. Berikan Analogi, Perbandingan atau Contoh

Selain memberi nasihat, Anda juga bisa memberi analogi, perbandingan atau contoh perilaku baik pada siswa, khususnya pada siswa yang suka melawan. Agar siswa tidak melakukan perbuatan salahnya, Anda bisa memberikan analogi atau gambaran dampak buruk jika selalu bersikap kurang baik pada guru, orang tua maupun teman, serta selalu berbuat onar.

Atau Anda juga bisa menceritakan perbandingan antara dampak yang didapatkan siswa yang baik dan siswa yang kurang baik itu berbeda. Hal ini membuat siswa nakal perlahan mengubah perilaku buruknya ke yang lebih baik.

Itulah beberapa cara dalam merespon siswa yang suka melawan yang bisa Anda ketahui. Semoga bermanfaat.