7 Cara Guru Mengembangkan Pendidikan Alternatif

Selama ini, pendidikan yang kita kenal adalah sesuatu yang diajarkan di sekolah. Materi dan proses belajar yang diterapkan terlihat seperti sebuah adat yang diwariskan turun-temurun dari generasi sebelumnya ke generasi yang akan datang. Hal ini bertolak belakang dengan zaman yang berubah dan berkembang dari masa ke masa. Jika kita tidak memiliki pola pikir beberapa langkah ke depan, bisa dipastikan kita akan tertinggal dalam banyak hal.

5 Perubahan di Sekolah Supaya Lebih Siap untuk Kebutuhan STEAM di Masa Depan
STEAM adalah sebuah singkatan untuk Sains (science), Teknologi (technology), Teknik (engineering), Seni (art) dan Matematika (mathematic). Istilah STEAM, ini diciptakan di Sekolah Desain Pulau Rhode (RIDS). STEAM sendiri menggambarkan peran seni dalam desain dan sains.

Kini, banyak guru yang melakukan berbagai uji coba atau eksperimen untuk membuat pendidikan menjadi suatu proses belajar yang menyenangkan. Pastinya, materi yang diajarkan merupakan bidang ilmu yang tidak ketinggalan zaman. Mungkin masih terasa sulit jika berharap gelombang perubahan akan datang seluruhnya dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, guru dan pihak sekolah harus mampu berdaya guna menciptakan program pembelajaran yang hebat.

Pendidikan alternatif adalah salah satu cara untuk mewujudkan lingkungan belajar yang menyenangkan dan memberi wawasan terbaharukan bagi siswa. Pendidikan alternatif dapat diartikan sebagai program pendidikan yang dilakukan dengan cara atau metode berbeda dari pembelajaran konvensional. Walaupun berbeda, tetapi model pendidikan ini memiliki persamaan dengan pendidikan konvensional, yaitu: pendekatan bersifat individual, memberi perhatian kepada siswa–orang tua/keluarga–dan pendidik, serta disusun berdasarkan minat dan bakat siswa.

Manfaat Pendidikan Alternatif untuk Guru dan Siswa

Pendidikan alternatif memiliki beragam manfaat bagi guru maupun siswa. Program yang dibuat pada pendidikan alternatif mampu memberikan dimensi lain dalam dunia pendidikan Indonesia. Hal ini disebabkan pendidikan alternatif berani untuk keluar dari tata cara pembelajaran yang itu-itu saja. Dengan demikian, siswa akan mendapatkan sebuah pengalaman baru dari program yang terbentuk melalui pendidikan alternatif. Merasakan sesuatu yang baru kemudian akan memacu siswa untuk giat belajar dan merasakan program-program yang lainnya.

Pendidikan alternatif dapat menjadi tantangan baru bagi guru untuk menemukan bentuk-bentuk menarik dalam mentransfer materi pelajaran agar mudah dipahami siswa melalui kegiatan yang lebih variatif. Hal ini akan memacu guru untuk menjadi sosok pengampu yang kreatif dan inovatif dalam membaca jenis ilmu dan sistem pembelajaran yang dibutuhkan di setiap zaman. Jika guru berhasil menciptakan program pendidikan alternatif yang disukai siswa, guru tidak perlu bersusah payah untuk mengajak siswa agar mau belajar. Mereka akan mendatangi guru secara sukarela untuk mempelajarinya.

7 Cara Guru Mengembangkan Pendidikan Alternatif

Terdengar menarik, bukan? Lalu, bagaimana ya cara membuat program pendidikan alternatif yang tepat? Berikut 7 cara guru mengembangkan pendidikan alternatif yang dapat diterapkan di sekolah.

1. Pahami Minat dan Bakat Siswa

Perlu diingat, pendidikan alternatif lahir dari sebuah sistem atau materi ilmu yang tidak diajarkan secara langsung di kelas konvensional. Kalau pun diajarkan, metode belajar yang digunakan cenderung sudah usang. Oleh karena itu, dalam membuat program pendidikan alternatif yang menarik, guru harus memahami minat dan bakat siswa terlebih dahulu. Guru dapat menghimpunnya melalui angket atau bertanya langsung kepada siswa.

Bertanya langsung mungkin dapat menjadi opsi prioritas yang bisa guru lakukan. Dengan menanyakan langsung kepada siswa, guru akan mendapatkan gambaran yang jelas terkait bidang ilmu yang mereka ingin guru ajarkan di sekolah. Selain itu, guru juga dapat mengetahui sudut pandang siswa terkait sejauh mana minat belajar yang ada di dalam diri mereka.

2. Pelajari Cara Belajar yang Disukai Siswa

Cara guru mengembangkan pendidikan alternatif yang kedua, yaitu mempelajari cara belajar yang disukai siswa. Kadang-kadang, siswa hanya butuh metode pengajaran yang lain dari biasanya. Hal ini mungkin timbul sebagai efek dari rasa bosan yang mereka rasakan ketika menerima materi pelajaran dengan cara pengajaran guru yang selalu sama. Oleh karena itu, mempelajari cara belajar yang disukai siswa juga sangat penting dilakukan agar pendidikan alternatif dapat berjalan sesuai rencana.

Guru dapat mencari tahu cara belajar yang disukai siswa menggunakan metode yang sama dengan mengetahui minat dan bakat siswa. Dengan menghimpun informasi tersebut, guru dapat mengetahui apakah guru membutuhkan peralatan penunjang dalam pelaksanaan pendidikan alternatif atau tidak; seperti alat peraga untuk pelajaran sains, atau menghadirkan alat musik yang nyata ketika mengajar ilmu kesenian.

3. Siapkan Sarana dan Prasarana yang Memadai

Ketika guru sudah mengetahui minat, bakat, serta cara belajar yang disukai siswa, maka langkah selanjutnya yang dapat guru lakukan, yaitu menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai. Pada pendidikan alternatif, ketersediaan sarana dan prasarana menjadi poin penting yang harus diperhatikan guru dengan baik agar program dapat terlaksana sesuai harapan.

4. Buat Kebijakan yang Tepat

Kebijakan yang dimaksud, yaitu peraturan yang berlaku dalam menjalankan program pendidikan alternatif yang dibentuk. Kebijakan ini mengatur tentang beberapa hal, seperti: jenis bidang ilmu apa saja yang akan masuk pada program yang dijalankan, siapa saja guru yang menjadi tutor pada program tersebut, hingga jadwal pelaksanaan program. Semua itu perlu guru rancang dan diskusikan dengan pihak sekolah yang berwenang.

5. Tentukan Tujuan Utama Program

Jika kapal berjalan tanpa mengetahui arah tujuan, ia hanya akan terombang-ambing di lautan. Begitu pula dengan program yang dibuat. Sebelum menyusun dan menjalankan program pendidikan alternatif, guru harus menentukan tujuan utama program tersebut hadir. Tujuan tersebut misalnya wadah pengembangan diri bagi siswa yang menginginkannya atau sebagai program wajib yang harus diikuti seluruh siswa di sekolah.

Tak hanya itu saja, tujuan utama juga mengatur pada luaran yang guru harapkan dapat terbentuk setelah siswa mengikuti pendidikan alternatif yang dirancang. Jika guru membuat program Sekolah Alam yang mengajarkan proses bertumbuhnya tanaman, tujuannya adalah untuk menciptakan rasa cinta kepada alam dan kemampuan bertahan hidup dengan bercocok tanam pada diri siswa. Sesuaikan tujuan dengan pendidikan alternatif yang ingin dilaksanakan.

6. Ajak Orang Tua untuk Mendukung Program

Partisipasi orang tua merupakan hal yang sering kali dilewatkan oleh guru dan pihak sekolah ketika melaksanakan berbagai program penunjang bagi siswa. Padahal, orang tua merupakan sosok krusial bagi perkembangan anak di masa sekolah. Ketika anak sudah selesai belajar di sekolah, rumah adalah destinasi yang dituju oleh mereka. Bahkan, anak cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di rumah daripada di sekolah.

Guru dapat mengajak orang tua siswa untuk mendukung program pendidikan alternatif yang ingin dijalankan. Jika program dinilai dapat membantu perkembangan anak, orang tua pun akan mendukung secara penuh terkait pelaksanaannya. Selain itu, orang tua dapat menjadi sosok yang membantu guru dalam memberikan review terkait pendidikan alternatif ketika siswa berada di rumah.

5 Alasan Peran Orang Tua Lebih Penting dari Guru dalam Mendidik Anak
Pendidikan adalah kunci utama setiap orang supaya bisa menjadi seseorang yang sukses di masa depannya. Dalam mendapatkan pendidikan yang baik dan bermutu terdapat peran orang tua dalam mendidik anak.

7. Konsistensi Program

Konsistensi adalah hal yang terlihat mudah, tetapi sulit untuk dilakukan. Konsistensi sangat diperlukan untuk melihat dampak yang ditimbulkan akibat sebuah perilaku yang diterapkan. Sering kali sebuah perubahan tidak dapat langsung dilihat, melainkan butuh waktu agar mendapatkan perbedaan yang signifikan. Jika pendidikan alternatif sudah berhasil dilaksanakan, langkah selanjutnya adalah mempertahankan konsistensi program hingga tujuan utama tercapai. Bagian ini memerlukan kerja sama yang baik dari guru, pihak sekolah, orang tua siswa, dan siswa itu sendiri.

Demikian artikel mengenai 7 cara guru mengembangkan pendidikan alternatif. Ikuti blog.kejarcita.id untuk mendapatkan kumpulan artikel seputar pendidikan jarak jauh, usaha sosial dan inovasi teknologi.