10 Tugas Rumah yang Dapat Mengasah Keterampilan Problem Solving Anak

Membersihkan rumah adalah tugas bersama setiap anggota keluarga, jika rumah bersih dan rapi maka semua anggota keluarga akan betah dan nyaman di dalam rumah. Sebelum mengajak anak terlibat dalam melakukan tugas rumah, pastikan mereka mengerjakan dengan senang hati. Berikan tugas yang mudah dengan menyesuaikan kemampuan dan umur anak, serta sediakan peralatan pendukungnya.

Hal penting lainnya yang harus dimiliki oleh orang tua adalah jangan berharap hasil yang ideal, mengapa?  

Mereka butuh konsistensi dan butuh kepercayaan dalam mengerjakan.

Alih-alih tidak puas dengan hasil kerja mereka. Sebaliknya ketika mereka ada kesulitan dalam mengerjakan, orang tua dapat sekaligus mengasah keterampilan mereka dalam menyelesaikan masalah (problem solving).

Berikut 10 jenis tugas rumah yang bisa menumbuhkan dan mengasah keterampilan anak dalam mencari solusi untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan bersama.

1. Mencabut Sekrup atau Paku di Dinding

Di ruang tamu, jam dinding yang sudah rusak dan tidak bisa digunakan kembali lebih baik di buang, namun skrup atau paku masih tertempel di dinding. Jika anak mencoba mencabutnya dengan tangan, tentu jarinya akan terasa sakit. Ajarkan ia untuk menggunakan palu, dan benar paku dapat tercabut dengan mudah.

Akan tetapi, ternyata saat mencabut paku atau skrup ada bekas goresan? Hal ini di karenakan adanya gesekan antara palu dengan dinding saat mencabut paku. Wah jadi tidak enak di pandang, kan? Agar dinding tidak terberet oleh gesekan saat mencabut paku, berikan spon cuci piring tepat di bawah skrup tersebut, sehingga saat mencabut paku, dinding tidak terberet oleh gesekan palu. Anak-anak tentu akan merasa takjub mengetahi rahasia ini.

2.  Membuka Tutup Botol Kecap atau Botol Minuman

Anak-anak sangat suka mengisi ulang kecap, selain pekerjaan yang sangat mudah, anak-anak biasanya suka sambil mencicipi kecap yang belepotan di tangannya. Tentu mengisi ulang kecap ke wadahnya sangat menyenangkan, bukan? Apalagi dengan menempatkan ke wadah akan lebih rapi dan higenis.

Namun, ketika anak mencari pembuka tutup botol dan ternyata tidak di temukan, apa yang bisa dilakukan untuk membuka tutup botol tersebut? Tentu jika menggunakan tangan akan menyakiti jari, dan resikonya dapat membahayakan anak.

Tahukah Anda? Ternyata cincin di jari dapat membuka tutup botol kecap tersebut loh. Arahkan jari anak atau jari Anda yang menggunakan cincin ke pinggir tutup botol kecap lalu tekan bagian pinggirnya dengan kekuatan sedikit sebelum akhirnya ditarik ke atas. Maka dengan mudah tutup botol kecap akan terbuka. Cara ini juga dapat digunakan ketika membuka botol minuman.

3. Menghilangkan Sisa Bau Pakaian di Dalam Lemari

Terkadang anak-anak tidak telaten menyeleksi pakaian yang sudah bau keringat ataukah tidak. Sehingga saat pakaian yang bau keringat masih tersimpan di dalam lemari, akan menimbulkan bau yang tidak sedap. Lalu apa yang bisa dilakukan setelah pakaian yang bau sudah dikeluarkan namun baunya masih melekat?

Tentu Anak akan memberikan pengharum lemari yang banyak dijual di swalayan, tapi tahukah Anda? Bahwa pembalut bahkan bisa membantu? Gunakan bahan pembalut yang bersayap dan cairan pewangi pakaian, lalu tumpahkan pewangi ke pembalut, buka perekatnya, dan tempelkan sayap pembalut yang ada lemnya ke dinding bagian dalam lemari. Bau menyengat akan terserap pada pembalut, diganti dengan wangi pewangi pakaian tadi, dan ketika telah hilang baunya, Anda bisa membuang pembalut tersebut. Brilliant, bukan?

4. Menyapu dengan Mudah

Saat menyapu, sering kali kita menemui sampah yang mudah terbang, menempel di lantai, hingga susah untuk disapu. Biasanya anak-anak akan cepat emosi ketika berusaha menyapu bersih tapi sampah terbang ke sana dan ke mari. Memberikan solusi dengan menyapu menggunakan vakum cleaner tidak akan mengasah ketrampilan anak dalam menangani hal tersebut. Lalu apa yang dilakukan?

Cukup tambahkan ujung sapu dengan lem double tape, lalu mulailah menyapu dengan menyeret sampah atau debu tersebut, hasilnya sampah akan menempel pada lem tersebut, dan tidak beterbangan. Mudah, bukan?

5. Membersihkan Sikat Gigi yang Jatuh ke Lantai

Saat membersihkan area kamar mandi, seringkali anak-anak teledor dan menjatuhkan sikat gigi ke lantai. Apakah cukup dengan hanya menyiram sikat gigi itu dengan air? Orang tua perlu menjelaskan pada anak bahwa lantai kamar mandi adalah sumber kuman dan bakteri. Sehingga tidak cukup hanya dengan dibasuh air. Kira-kira apa ya solusinya?

Tahukan Anda, bahwa obat kumur cukup ampuh untuk membunuh kuman dan bakteri, maka arahkan anak untuk merendam sikat giginya beberapa saat dengan obat kumur yang tesedia. Setelah itu baru steril dan bisa digunakan kembali.

7 Tip Mengajarkan Pentingnya Pendidikan untuk Masa Depan Anak
Mungkin anak-anak pernah bertanya, “ Kenapa sih, semua anak harus sekolah?”, “Untuk apa PR itu, bukankah kita sudah belajar di sekolah?”

6. Merapikan dan Menata Tutup Wadah Plastik di Dalam Lemari.

Paling susah jika tutup wadah plastik terpencar kemana-mana, lalu saat akan digunakan susah ditemukan. Anak harus belajar menata tutup wadah plastik dengan teratur dan rapi, tapi menggunakan apa?

Tahukan Anda? Bahwa slinki bisa membantu Anda. Caranya adalah gunakan slinki besi di rumah, tempel bagian bawah slinki di atas wadah datar menggunakan lem tembak, lalu selipkan tutup wadah plastik tersebut di sela-sela slinki tadi. Tutup wadah plastik jadi terlihat rapi dan tidak berantakan. Anak-anak pun tak sabar menatanya.

7. Membuat Kepala Keran agar Dapat Membersihkan Wastafel.

Membersihkan wastafel dari noda terkadang tidak bisa merata karena keran yang pendek. Untuk itu ilmunya perlu segera dipelajari. Maka gunakan balon, setelah balon dimasukkan ke mulut keran, lalu potong bagian ujung balon yang tertutup, maka keran sudah memiliki kepala agar bisa mengarahkan air ke segala arah di dalam wastafel.

8. Merapikan Sendok atau Spatula di Dapur

Lagi-lagi sendok yang berantakan bahkan spatula yang tidak pada tempatnya, membuat kesal dan resiko hilang sangat besar. Lalu bagaimana ya mengaturnya?Gunakan bagian besi yang ada di banner file. Lem sepanjang bagian belakangnya, lalu tempelkan di sisi dalam lemari, lalu gantungkan sendok dan spatulla di sana.

9. Merapikan Alat Tulis.

Sudah menjadi tugas anak agar merapikan kamar tidurnya. Dan barang yang mudah tercecer salah satunya adalah alat tulis. Selain kotak pensil, anak juga dapat membuat tempat pensil gantung dan terbuka yang simpel, loh. Caranya?Gunakan wadah kantong kentang goreng bekas, tempelkan pada sisi dalam lemari besi dengan magnet, dan letakkan alat tulismu seperti pensil, pulpen, stabilo di wadah tersebut, waaa murah dan mudah ya, kan?

10. Merapikan Sepatu Menggunakan Kotak Sepatu

Bingung menata sepatu yang terlanjur banyak? Anak-anak pasti malas memasukkan sepatu ke lemari sepatu, tidak simpel dan tidak terlihat. Anda bisa meminta anak untuk mengambil kotak sepatu tersebut. Susunlah tutup kotak sepatu sebagai alasnya dengan kondisi terbuka ke atas, lalu kardus pasangannya diletakkan berdiri dengan kondisi terbuka ke depan di atas tutup kotak tersebut, setelah itu letakkan sepatu pada tutup kotak sepatu tersebut. Lakukan hingga tiga tumpukan ke atas. Anak-anak pasti semangat untuk mengatur sepatunya dan sepatu tertata rapi.

10 Strategi agar Anak Berani dan Lancar Berkomunikasi dengan Orang Dewasa
Pandai komunikasi adalah salah satu kunci menuju sukses. Mengapa bisa dikatakan seperti itu? Saat ini perkembangan zaman begitu pesat, selain teknologi yang semakin canggih, peluang kerja di berbagai bidang pun ikut bertambah.

Nah, itulah 10 tugas rumah yang dapat mengasah ketrampilan anak dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya saat melakukan tugas rumah tersebut. Sebagai orang tua, buatlah anak mencari solusinya dengan memberikan clue yang mudah, sehingga anak-anak merasa tidak berat menghadapi kesulitannya. Dampingi dan beri kepercayaan.