10 Peran Guru dan Orang Tua dalam Kesuksesan PJJ

Kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sejak masa pandemi telah berlangsung selama 7 bulan. Sekolah, dalam hal ini para guru berupaya maksimal menerapkan metode kegiatan PJJ tersebut agar siswa dapat belajar dengan baik dan sukses.

Kegiatan PJJ harus dilaksanakan agar siswa mendapatkan haknya untuk dapat belajar seperti ketika belajar di sekolah.

Kegiatan PJJ ini dapat berlangsung sukses bagi siswa, jika guru dan orang tua perlu saling bersinergi dan bekerjasama membimbing dalam proses belajar tersebut. Guru dan orang tua harus semaksimal mungkin menerapkan strategi dan langkah-langkah produktif sebagai berikut :

1. Guru dan Orang tua Saling Memahami tugasnya

Orang tua harus menyadari posisinya, bahwa sebenarnya tugas mendidik anak adalah kewajiban orang tua. Sementara sekolah atau guru sebagai pendidik yang mendidik anak-anak di sekolah.  Pendidikan yang sebenarnya adalah pendidikan keluarga di rumah, yaitu mencapai 70%, sedangkan di sekolah hanya 30%. Dengan demikian porsi terbesar sebenarnya ada pada orang tua sebagai pendamping belajar anak-anak.

2. Menyamakan Persepsi dan Tujuan PJJ antara Guru dan Orang Tua

Guru dan orang tua harus menyamakan visi, misi, dan tujuan  Pembelajaran Jarak Jauh yang harus ditempuh oleh siswa. Menyamakan visi, misi, dan tujuan pendidikan bagi siswa, akan memudahkan guru untuk bersinergi dengan orang tua. Siswa harus mendapatkan haknya mendapatkan pembelajaran sesuai dengan kurikulum sekolah yang telah ditentukan oleh pemerintah.

Selama masa pandemi ketika sekolah harus menerapkan PJJ, maka adalah tugas sekolah dan guru  memastikan siswa dapat mengikuti pendidikan dengan baik. Sementara tugas orang tua di rumah memastikan siswa dapat belajar secara PJJ dengan lancar dan memahami setiap materi pembelajaran.

3. Menjalin Komunikasi yang Baik antara Guru dan Orang Tua

Kunci kesuksesan belajar PJJ adalah pada komunikasi yang efektif antara guru dan orang tua tentang perkembangan siswa belajar di rumah. Guru dapat menyampaikan apa saja yang diperlukan oleh siswa dalam kegiatan PJJ dan perlunya dukungan dari orang tua . Orang tua dapat menyampaikan informasi secara pribadi kepada guru tentang perilaku dan kebiasaan anak di rumah. Orang tua juga harus menyampaikan usaha yang dilakukan orang tua agar siswa dapat mengikuti PJJ dengan baik.

Komunikasi juga harus secara intens dilakukan baik secara pribadi maupun dalam satu group dengan orang tua siswa satu kelas. Semua informasi-informasi pembelajaran, tugas, ujian, dan hasil harus selalu rutin dikomunikasikan oleh guru kepada orang tua. Apabila ada tugas yang siswa belum menyelesaikan, dapat segera diinformasikan kepada orang tua.

4. Guru dan Orang Tua Bekerja Sama Memberi Motivasi kepada Siswa

Guru dan orang tua harus bekerja sama memotivasi siswa untuk rajin dan semangat belajar di rumah, walaupun tidak belajar di sekolah. Siswa harus dibangun rasa percaya diri, mampu, dan senang belajar di rumah. Ada saatnya siswa merasa jenuh dan bosan dengan belajar PJJ, maka tugas guru dan orang tua untuk memberi semangat dan mencarikan solusi atau jalan keluarnya.

5. Berbagi Tugas Guru dan Orang Tua

Guru dan orang tua saling berbagi tugas dalam membantu kesuksesan anak belajar PJJ. Guru menyiapkan bahan atau materi pembelajaran dan mencari cara mengajar  secara daring yang efektif dan dapat dipahami oleh siswa dengan baik. Sementara orang tua mendampingi dan membimbing anak selama belajar di rumah. Orang tua menjadi guru bagi anak-anaknya di rumah, karena metode PJJ memerlukan peran orang tua lebih dominan daripada guru.

6. Menyiapkan Fasilitas Kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh

Guru harus menyampaikan semua fasilitas yang diperlukan siswa dalam PJJ kepada orang tua, mulai dari materi pembelajaran, gawai, laptop atau komputer, kuota internet, maupun sarana prasarana lain seperti tugas-tugas praktek di rumah yang harus dikerjakan siswa.

Apabila orang tua menemui kendala, dapat segera menyampaikan kepada guru yang bersangkutan untuk dicarikan solusinya. Misalnya,  berkaitan dengan kuota internet, pihak sekolah bekerjasama dengan provider telekomunikasi agar siswa mendapatkan paket kuota internet yang murah.

7. Membuat Konten Pembelajaran yang Menarik bagi Siswa

Mengajar secara PJJ atau daring memerlukan kreativitas dan inovasi yang menarik. Konten atau materi yang menarik akan membuat siswa merasa nyaman, tidak mudah bosan, menyenangi proses belajarnya, dan paham dengan pelajaran yang diberikan. Secara teknologi, guru harus menambah ilmu pengetahuannya untuk dapat membuat konten-konten materi pelajaran yang menarik yang dibuat dengan memanfaatkan berbagai aplikasi media daring.

Konten-konten tersebut aplikasinya juga harus disosialisasikan kepada orang tua dan siswa agar mereka juga dapat mengunduh dan mempelajarinya. Kondisi seperti ini juga menuntut orang tua dan siswa untuk belajar berbagai aplikasi yang diperlukan dalam pelaksanaan PJJ.

8. Guru Memberikan Perhatian Lebih kepada Siswa yang Kurang Memahami Materi

Tugas seorang guru selain mengajar adalah memantau perkembangan dan kemajuan siswa dalam belajar. Selain itu guru juga memberikan penilaian hasil belajar siswa, baik tugas maupun hasil ujian yang telah dikerjakan. Sementara, dalam PJJ kemungkinan siswa menyerap materi pelajaran bervariasi. Sebelum masa pandemi, pemahaman siswa terhadap pelajaran dapat terserap sampai 90% materi, tetapi dengan PJJ ini sebagian hanya 50% penyerapan terhadap pelajaran yang telah diberikan.

Guru juga perlu menghubungi siswa yang bersangkutan, memberikan tugas tambahan, atau melakukan komunikasi dengan orang tua. Bahkan dalam kondisi tertentu guru harus mendatangi rumah siswa tersebut untuk memberikan dukungan dan motivasi, serta bimbingan lebih kepada siswa tersebut.

9. Orang Tua menjadi Guru dalam Pendidikan Karakter Siswa

Orang tua memberikan pondasi dan pendampingan pendidikan karakter kepada siswa, yaitu memberikan contoh dan mendisiplinkan pelaksanaan kegiatan keagamaan di rumah. Misalnya kewajiban salat, mengaji, dan berpuasa. Orang tua juga harus menanamkan pendidikan karakter sejak dini. Menolong pekerjaan orang tua di rumah, berbuat baik kepada orang lain,  bersedekah, dan lainnya.

Sementara pembiasaan yang positif yang telah ditanamkan di sekolah, orang tua membantu memantau dan mengingatkan anak untuk melaksanakan di rumah. Sehingga dengan demikian, akan terbentuk pendidikan karakter anak yang baik yang akan melekat menjadi kebiasaan sehari-harinya.

Mungkinkah Tik Tok Bisa jadi Media Ajar untuk PJJ
Penyampaian materi yang sama setiap harinya bisa membuat anak-anak didik merasa jenuh. Tidak ada salahnya jika guru mencoba aplikasi-aplikasi lain, selama fitur aplikasi tersebut bisa mengakomodir dunia pendidikan, yaitu Tik Tok.

10. Sekolah Memberikan Semua Kebutuhan, Rasa Nyaman,  dan Motivasi Kepada Guru dalam Pelaksanaan PJJ

Agar semua rencana dan pelaksanaan PJJ dapat berjalan dengan baik, maka guru juga perlu mendapat perhatian lebih dari sekolah. Guru harus diberi fasilitas yang memadai,  ruang gerak yang nyaman, motivasi, dan kemauan berkembang dalam mengajar. Guru juga perlu fokus dalam berkreasi dan berinovasi, tidak diberikan beban administrasi yang terlalu berat, terencana dan terstruktur dalam mengajar. Semua itu bertujuan agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan hasil maksimal, sehingga akan berimbas yang baik kepda siswa-siswanya.

Nah, dengan memaksimalkan 10 peran guru dan orang tua tersebut, diharapkan pintu kesuksesan siswa dalam pembelajaran jarak jauh akan dapat tercapai. Sekolah dan guru tetap dapat melaksanakan kewajibannya, sementara siswa juga mendapatkan haknya untuk belajar lebih baik di masa pandemi ini.

Tips Mengoptimalkan WhatsApp untuk KBM Online
WhatsApp (WA) merupakan salah satu aplikasi chatting yang paling umum digunakan selama proses KBM online. WA memiliki beberapa keunggulan seperti tampilan interface yang sederhana sehingga mudah dimengerti, dan penggunaan aplikasinya tidak menghabiskan kuota internet yang banyak.

Peran orang tua memang sangat berat karena harus  membimbing anak belajar secara langsung. Akan tetapi dengan kolaborasi yang baik antara guru dan orang tua, hal tersebut akan dilalui. Sehingga, walaupun  dalam pandemi yang belum tahu kapan akan berakhir, pendidikan anak tetap dapat sukses dilakukan oleh sekolah dan orang tua.