Tips Manajemen Proyek Bagi Guru Profesional

Manajemen proyek tentu sangat dibutuhkan oleh banyak orang. Sayangnya tidak semua perusahaan memiliki kinerja proyek yang formal. Baik di perusahaan, organisasi besar, maupun di startup yang sudah berkembang pesat manajemen proyek belum terlalu diprioritaskan. Saat ini, Anda mungkin merasa kesusahan untuk menata serta berkolaborasi dengan rekan tim yang lainnya.

Adanya manajemen proyek tentu bisa membantu Anda untuk menyelesaikan suatu proyek agar lebih efisien. Anda juga bisa menemukan beberapa cara seperti; merencanakan, melaksanakan, serta mengelola pekerjaan merupakan hal yang relevan bagi suatu perusahaan. Selain itu, manajemen proyek juga akan memberikan Anda banyak manfaat dan keuntungan.

Tentang Manajemen Proyek‌‌

Manajemen proyek adalah sebuah tantangan untuk mencapai sebuah sasaran dan tujuan dengan pemahaman tertentu berdasarkan ruang lingkup, waktu pekerjaan, serta anggaran pekerjaan. Selain itu, manajemen proyek juga bermanfaat untuk melacak, mengatur, serta melaksanakan sebuah pekerjaan.

Dengan adanya manajemen proyek tim akan semakin terbantu dalam mencapai tujuan yang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Tidak hanya itu, bahkan tim mampu mengatur pekerjaan secara detail di suatu tempat serta mampu memberikan umpan balik dan progress. Sehingga pada akhirnya tim mampu berkolaborasi dengan lebih efektif.

Manajemen proyek juga dapat membantu Anda dalam memantau spreadsheet, email, dan alat lainnya yang berkaitan dengan pekerjaan. Tidak hanya itu manajemen proyek juga bisa membantu Anda dalam banyak hal. Adapun hal tersebut yaitu;‌‌

  • Mengkoordinasikan pekerjaan lebih efisien dan efektif.‌‌
  • Membuat rencana untuk tujuan sebuah pekerjaan, detail pekerjaan, file, serta umpan balik proyek.‌‌
  • Membagikan pembaruan status kepada semua pihak yang bersangkutan.‌‌
  • Meningkatkan kolaborasi antar tim agar lebih efektif.‌‌

Sejarah Manajemen Proyek‌‌

Pada awal tahun 1900-an, manajemen proyek mulai dikembangkan dengan menggunakan beberapa teknis yang berbeda. Sayangnya, sampai tahun 1950-an alat pengembang teknis tersebut belum juga ditemukan. Senada dengan itu manajemen proyek juga mengalami transmigrasi menjadi metodologi unik dan populer. Proyek tersebut juga sering diterapkan pada proyek-proyek masa kini.

Tepat pada tahun 1969, Project Management Institute (PMI) resmi dibentuk menjadi sebuah organisasi yang besar. Tidak hanya itu, PMI juga mendefinisikan perihal kekuatannya dalam memanajemen proyek selama beberapa dekade pada tahun berikutnya.

Menariknya, PMI juga menerbitkan Panduan Project Management Body of Knowledge atau sering disebut dengan panduan PMBOK pada tahun 1996.

Manajemen proyek dapat diartikan sebagai pegawai yang berdedikasi tinggi yang sering mendapatkan ilmu metodologi serta set alat manajemen proyek. Biasanya sering mendapatkan sertifikat dari PMI. Satu hal yang perlu Anda ketahui bahwa alat manajemen proyek ini sangat sulit untuk didapatkan. Sehingga memerlukan keahlian unik agar manajemen proyek bisa berjalan dengan semestinya.

Dasar-Dasar Manajemen Proyek Modern‌‌

Banyak sekali istilah dan jargon manajemen proyek. Namun, tidak serumit yang dibayangkan. Berikut rincian jelasnya mengenai ruang lingkup manajemen proyek yang harus Anda ketahui;‌‌

Manajemen Proyek Agile‌‌

Jenis manajemen proyek yang sangat populer dengan tim pengembangan dari sebuah produk, teknik, serta perangkat lunak yang digunakan. Dengan menggunakan tim manajemen proyek agile, maka Anda harus yakin bahwa tim mampu mengalami peningkatan secara berkala, reaksi yang dialami lebih fleksibel, proses berulang yang berhasil, serta perkembangan inkremental.

Model Waterfall‌‌

Model waterfall cenderung seperti air yang mengalir, yaitu ketika tugas satu selesai maka tugas lainnya datang, dan begitu seterusnya. Selain itu, model waterfall juga mencakup enam fase yaitu;‌‌

  • Persyaratan.‌‌
  • Analisis.‌‌
  • Desain.‌‌
  • Coding.‌‌
  • Pengujian.‌‌
  • Pengoperasian.

Model ini juga cocok digunakan untuk proyek yang memiliki hasil akhir mengenai ruang lingkup tetap.

Metodologi PRINCE2‌‌

Perlu kamu ketahui bahwa PRINCE2 merupakan singkatan dari PRojects IN Controlled Environments. Dalam metodologi ini proses manajemen proyek dibagi menjadi tujuh proses, yaitu;‌‌

  • Mengarahkan proyek.‌‌
  • Memulai proyek.‌‌
  • Mengawali proyek.‌‌
  • Memulai batas tahap pada proyek.‌‌
  • Mengelola tahap proyek.‌‌
  • Mengelola pengiriman produk.‌‌
  • Mengakhiri proyek.

Manajemen Proyek Bagi Guru Profesional‌‌

Sebagai seorang guru mengajar merupakan kegiatan utama yang dilakukan sehari-hari. Menuangkan ilmu kepada setiap murid yang hadir tentu sudah menjadi rutinitas yang dilakukan setiap hari. Jika pada zaman dulu belajar hanya dengan kapasitas serta fasilitas seadanya. Maka, saat ini Anda bisa memberikan seluruh ilmu pengetahuan kepada anak didik Anda melalui manajemen proyek.

Perlu Anda ketahui jika penerapan pendidikan berbasis proyek harus diterapkan saat ini juga. Hal ini juga dapat membantu Anda dalam meningkatkan kualitas berpikir seluruh siswa maupun siswi dengan suatu aktivitas maupun keterampilan. Pastikan agar seluruh peserta didik meraih bangku pendidikannya dengan skill yang mereka miliki.

Pembelajaran dengan model ini juga mampu memberikan kepada seluruh peserta didik untuk memilih sendiri perihal proyek yang akan dikerjakannya. Baik tentang merumuskan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab, pemilihan suatu topik yang harus diteliti, serta menentukan kegiatan penelitian yang harus dilakukan.

Peran Guru dalam Manajemen Proyek‌‌

Guru memang terkenal akan jasanya yang sangat besar. Hal tersebut tentu membuatnya memiliki peranan penting pada setiap episode pendidikan termasuk manajemen proyek. Peran guru dalam manajemen proyek yaitu sebagai fasilitator yang menyediakan; bahan pembelajaran, pengalaman bekerja, memberikan dorongan atau motivasi terhadap peserta didik berdiskusi untuk memecahkan suatu permasalahan, serta memberikan dorongan agar peserta didik memiliki antusiasme yang tinggi dalam menyelesaikan manajemen proyek.

Pentingnya Peningkatan Pembelajaran Literasi dan Numerasi dengan Pendidikan Digital
Kemampuan literasi dimaknai bila seseorang mampu mengolah dan memahami suatu informasi saat membaca maupun menulis. Kemampuan numerasi dimaknai dengan memahami aplikasi operasi hitung maupun pola bilangan dalam kehidupan sehari-hari.

Karakteristik Manajemen Proyek Bagi Guru Profesional‌‌

Ada banyak sekali karakteristik yang perlu Anda ketahui. Termasuk sebuah model pembelajaran Project Based Learning (Muchlisin Riadi, 30 Agustus 2017). Adapun karakteristik tersebut yaitu;‌‌

  • Mengembangkan sebuah pertanyaan sebuah masalah yang bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan peserta didik agar jauh lebih maju.‌‌
  • Mempunyai hubungan dengan dunia nyata yang bertujuan agar peserta didik mampu menyelesaikan permasalahan di dunia nyata secara otentik.‌‌
  • Memberikan tanggung jawab terhadap peserta didik. Hal ini bertujuan untuk melatih peserta didik agar mempunyai sifat tanggung jawab dan mampu mengakses informasi untuk menemukan solusi dari sebuah permasalahan.‌‌
  • Melakukan penilaian terhadap peserta didik juga memiliki tujuan untuk meningkatkan pacuan semangat dalam pembelajaran mengenai manajemen proyek yang dipilih.
Cara Membangun Motivasi Belajar Anak
Salah satu cara membangun motivasi belajar anak yaitu dengan meningkatkan baca anak. Perlu orangtua ketahui bahwa membaca merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan anak untuk meningkatkan motivasi belajarnya.

Sedangkan tahap penerapan pembelajaran dengan metode manajemen proyek ini mempunyai beberapa tahapan. Adapun tahapan yang perlu Anda ketahui adalah;‌‌

  • Penentuan proyek yang dilakukan oleh peserta didik.‌‌
  • Perencanaan proyek untuk membentuk peserta didik lebih efisien dalam pemecahan permasalahan.‌‌
  • Menyusun jadwal manajemen proyek agar waktu lebih signifikan dan teratur.‌‌
  • Melaksanakan proyek sesuai dengan topik yang dipilih.‌‌
  • Memantau kemajuan proyek.‌‌
  • Menyusun laporan dari topik proyek.‌‌
  • Presentasi atau publikasikan hasil proyek yang sudah dikerjakan oleh peserta didik.‌‌
  • Evaluasi proses atau kinerja hasil manajemen proyek peserta didik.

Itulah hal-hal yang bisa Anda ketahui mengenai manajemen proyek bagi guru yang sudah profesional. Dengan manajemen proyek maka mengajar akan semakin mudah dan efektif. Materi pun akan tersampaikan secara maksimal kepada peserta didik.