Tips Agar KBM Online Tetap Berjalan Dengan Minimnya Fasilitas

Saat ini tingkat penularan virus Corona di Indonesia semakin meningkat, oleh karena itu sampai akhir tahun 2020 ini sekolah-sekolah di Indonesia tidak dapat melakukan kegiatan pembelajaran secara tatap muka. Pembelajaran jarak jauh menjadi solusi yang terbaik untuk saat ini. Dalam pembelajaran jarak jauh ini dibutuhkan fasilitas yang mendukungnya supaya bisa berjalan dengan lancar. Fasilitas yang dibutuhkan yaitu gadget atau ponsel dan akses untuk melakukan internet. Sayangnya, tidak semua orang tua bisa menyediakan fasilitas tersebut dikarenakan keadaan ekonomi yang kurang. Lantas bagaimana tips bagi guru dan orang tua yang memiliki fasilitas minim supaya KBM online tetap efektif dan optimal?

Ternyata dalam kondisi yang seperti tidak hanya orang tua saja yang mengalami kesulitan. Pembelajaran jarak jauh juga cukup membuat bingung teruntuk guru yang sudah tidak muda lagi. Sebagian dari guru yang sudah berumur 50 tahun ke atas biasanya tidak terlalu memahami teknologi, sehingga ketika berada di kondisi yang mengharuskan guru untuk menerapkan pembelajaran dalam jaringan membuat mereka kebingungan.

Apabila dilihat dari sudut pandang yang berbeda, pembelajaran jarak jauh ini membawa sistem pendidikan di Indonesia menjadi sedikit lebih berkembang. Penggunaan teknologi membuat Indonesia menjadi satu tingkat lebih maju dari yang sebelumnya. Namun, masyarakat di Indonesia tidak sepenuhnya siap dengan perubahan seperti ini. Maka dari itu pembelajaran jarak jauh ini tidak sepenuhnya berjalan secara optimal.

Beberapa kelebihan dan kelemahan yang terdapat dalam pembelajaran jarak jauh yaitu sebagai berikut:

Kelebihan dari Pembelajaran Jarak Jauh

1.      Terhindari dari risiko penularan virus Corona di sekolah

2.      Dapat meningkatkan interaksi antara siswa dan orang tua karena menghabiskan waktu bersama saat pembelajaran berlangsung

3.      Pembelajaran menjadi lebih ketat karena diawasi oleh orang tua dan guru

4.      Siswa dan guru mendapatkan wawasan lebih karena menggunakan teknologi dan akses internet

5.      Orang tua menjadi lebih aktif dalam memantau perkembangan akademik anak

Kelemahan dari Pembelajaran Jarak Jauh

1.      Siswa menjadi lebih mudah jenuh dan bosan karena pembelajaran yang terlalu monoton di setiap harinya

2.      Setiap pembelajaran berlangsung, siswa membutuhkan orang tua untuk mendampingi mereka sampai selesai pembelajaran. Hal ini sangat memberatkan para orang tua yang memiliki pekerjaan di luar rumah.

3.      Boros kuota internet. Kerap kali siswa berhalangan hadir dalam pembelajaran karena terhalang akses internet yang tidak bisa tersedia di setiap harinya.

4.      Membutuhkan ponsel cerdas atau laptop sebagai media pembelajaran. Orang tua yang memiliki penghasilan kurang, tidak bisa menyediakan media pembelajaran seperti ponsel atau laptop. Sebagian dari mereka, untuk mencari makan saja sudah merasa cukup.

5.      Membutuhkan koneksi internet yang cepat ketika mengirim tugas yang berbentuk file, audio dan video.

Dengan beberapa kelemahan yang terdapat di dalam pembelajaran jarak jauh ini, dibutuhkan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.  Berikut merupakan tips bagi guru dan orang tua yang memiliki fasilitas minim saat PJJ (pembelajaran jarak jauh) agar KBM (kegiatan belajar mengajar) online tetap berjalan dengan optimal dan efektif.

1. Sekolah Menentukan Pengaturan Waktu dan Jarak di Sekolah

Sebelumnya kepala sekolah dapat menyortir keluarga yang memiliki pendapatan minim dan tidak mampu untuk menyediakan fasilitas seperti ponsel dan akses internet. Setelah itu kepala sekolah dapat membagi sistem pembelajaran di mana keluarga yang mampu menyediakan fasilitas, mereka diterapkan pembelajaran berbasis online, sedangkan keluarga yang tidak mampu menyediakan fasilitas diminta untuk datang ke sekolah sesuai jadwal yang telah diberikan guru untuk mengambil dan pengumpulan tugas. Sistem seperti memang terlihat seperti perbedaan kasta, tetapi pandanglah dari segi positif supaya anak Anda tetap bisa mengikuti pembelajaran dengan baik. Dengan keadaan yang seperti ini memang tidak memungkinkan anak-anak untuk pergi ke sekolah seperti biasa karena penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat. Oleh karena itu, orang tua yang memiliki peran sebagai perantara antara guru dan siswa saat mengambil dan mengumpulkan tugas.

2. Menyediakan Kotak Penugasan di Kantor Kelurahan

Masyarakat Indonesia tersebar luas dari Sabang sampai Merauke. Begitu juga dengan penyebaran sekolah yang ada di Indonesia. Apabila kita telusuri, di daerah pedalaman seperti di daerah pegunungan, pedesaan yang minim jaringan dan perkebunan terdapat beberapa sekolah yang didirikan masyarakat untuk mengenyam pendidikan. Dengan adanya pandemi Covid-19 ini sangat tidak memungkinkan bagi mereka untuk pergi ke sekolah seperti biasa. Sedangkan untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh pasti sangatlah sulit ketika mereka saja tidak mempunyai fasilitas yang mendukung pembelajaran jarak jauh ini. Dalam kondisi yang seperti ini, kepala sekolah dapat berinisiatif untuk meminta bantuan kantor desa atau kelurahan untuk membuka kotak penugasan di kantor mereka. Guru nanti akan mengantarkan tugas-tugas yang harus dikerjakan siswa ke kantor desa atau kelurahan. Setelah itu, para orang tua mengambil tugas tersebut ke kantor desa/kelurahan. Namun, Anda tidak boleh melupakan protokol kesehatan supaya dapat mencegah terjadinya penularan Covid-19.

3. Memanfaatkan Jasa Pengiriman

Alternatif lainnya yang dapat Anda lakukan yaitu dengan memanfaatkan jasa antar barang yang ada di sekitar lingkungan Anda. Sekolah dapat bekerja sama dengan jasa pengiriman barang seperti kantor pos, JNE, Sicepat dan lain sebagainya. Apabila kerja sama tersebut disetujui oleh guru dan orang tua, kurir akan mengambil tugas orang tua saat mengambil tugas. Secara teknis jasa pengiriman tugas ini tidak jauh berbeda dengan kotak pengambilan tugas yang ada di kantor desa atau kelurahan maupun saat orang tua datang langsung ke sekolah untuk mengambil tugas. Bedanya saat ini yang menjadi perantara antara guru dan siswa yaitu kurir dari jasa pengiriman tersebut.

7 Media Belajar yang Dapat Dibuat dengan Mudah Oleh Guru
Guru memiliki tugas sebagai pendidik memerlukan bantuan media belajar. Media belajar yang tepat akan mendukung guru untuk mengajar dengan baik dan lancar.

4. Menggunakan Google Classroom

Anda juga bisa menggunakan Google Classroom sebagai salah satu media untuk pengumpulan tugas. Penggunaan Google Classroom tidak memakan banyak ruang pada memori telepon, penggunaannya juga bisa digunakan  lewat web, seperti Chrome dan Mozilla Firefox.

5. Menggunakan Aplikasi Chat seperti WhatsApp

Anda juga bisa menggunakan aplikasi WhatsApp sebagai media untuk melakukan pembelajaran jarak jauh. Dalam hal ini guru dapat membuat sebuah grup chat yang terdiri dari anak didiknya. Setelah itu, guru akan memberikan tugas-tugas yang harus anak-anak kerjakan lewat chat kemudian anak didik bisa mengerjakannya. Aplikasi WhatsApp dapat diakses lewat semua ponsel android sehingga bisa digunakan oleh setiap orang tua yang memiliki android. Dalam hal ini guru bisa membatasi penugasan yang berisi video supaya dapat meminimalkan pengeluaran orang tua untuk membeli kuota internet.

5 Tantangan Guru di Kelas Tatap Muka Saat Pandemi COVID-19
Adanya pandemi Covid-19 ini merupakan tantangan terbesar dari para guru di tahun 2020 ini. Guru dituntut untuk bisa memberikan model pembelajaran yang sekreatif mungkin sekaligus tetap bisa meningkatkan kemampuan masing-masing siswa.

Terlepas dari beberapa tips yang sudah diberikan, hal yang terpenting dan harus diterapkan yaitu kerja sama antar orang tua dan guru yang harus kuat serta usahakan agar komunikasi bisa berjalan dengan baik. Anda harus tahu bahwa komunikasi yang baik merupakan salah satu tips bagi guru dan orang tua yang memiliki fasilitas minim yang sangat penting.