Strategi Pengembangan Sekolah Ramah Anak

Sekolah bukan hanya menjadi tempat untuk mencari ilmu, tetapi tempat anak mengenal kehidupan dari berbagai sudut pandang. Oleh sebab itu, sekolah harus menjadi tempat yang nyaman, sehat, dan membawa pengaruh baik bagi perkembangan anak. Namun, munculnya beberapa kasus tentang bullying atau perundungan maupun pelecehan seksual pada anak membuat masyarakat bertanya, sudahkah sekolah menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi mereka?

Oleh sebab itu, untuk mengatasi hal tersebut dibentuklah sekolah ramah anak. Sebagaimana pada aturan pemerintah tentang perlindungan hak anak dalam bidang pendidikan. Anak harus memiliki hak yang sama tanpa didiskriminasi dalam hal apa pun. Maka dari itu, strategi pengembangan sekolah ramah anak ini harus segera dilaksanakan di seluruh sekolah.

Sebelum membahas tentang strategi pengembangan sekolah ramah anak, mari kenali dulu tujuan dari Sekolah Ramah Anak (SRA). Tujuan dari sekolah ramah anak adalah untuk menciptakan lingkungan yang memiliki jaminan keamanan, jaminan kesehatan, dan jaminan kenyamanan untuk anak belajar.

Dengan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan menyenangkan membuat anak merasa senang dan bersemangat untuk belajar. Anak tidak merasa tertuntut dengan keadaan sekolah, hal ini sangat penting diterapkan dalam pengembangan sekolah ramah anak. Dalam melaksanakan sekolah ramah anak, pemerintah pusat maupun daerah juga memiliki beberapa panduan yang harus diikuti pihak sekolah.

Panduan Sekolah Ramah Anak

Dalam melaksanakan panduan sekolah ramah anak, yang mana memiliki konsep sekolah dengan bentuk pendidikan formal, nonformal hingga informal. Sekolah ramah anak juga memiliki sifat bersih, peduli, dan berbudaya lingkungan hidup. Hal ini dilakukan untuk menjamin, memenuhi, dan melindungi hak anak dari segala kemungkinan beragam diskriminasi di bidang pendidikan seperti bullying (perundungan), pelecehan seksual, dan kejahatan dalam pendidikan lainnya. Selain itu juga untuk mendukung partisipasi anak dalam berbagai bidang dalam pendidikan.

Ciri-ciri Sekolah Ramah Anak (SRA)

Sekolah ramah anak juga memiliki ciri-ciri khusus, yakni sebagai berikut:

1. Adanya perlakuan adil bagi siswa laki-laki maupun siswa perempuan

Pendidik harus bersikap adil dalam berbagai hal seperti memberikan kasih sayang, perhatian, dan pembelajaran yang sama. Pendidik memberikan pengajaran tanpa membedakan gender, agama, ekonomi, fisik, budaya hingga latar belakang orang tua siswa. Pendidik harus menghormati hak yang dimiliki siswa secara adil dan merata.

2. Proses pembelajaran yang baik yang membuat anak merasa nyaman

Untuk melaksanakan pembelajaran yang aman dan nyaman, membutuhkan pendidik yang mampu membawa suasana pembelajaran menjadi unik dan menyenangkan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara menerapkan pembelajaran dengan metode inovatif dan kreatif. Caranya dengan membuat permainan yang berhubungan dengan pembelajaran, tentunya disesuaikan dengan gaya belajar masing-masing siswa.

Contoh Ice Breaking Menarik Pasca Liburan Sekolah
Untuk membantu siswa agar lebih semangat mengikuti pelajaran, lebih fokus dan tidak bosan maka guru dapat menerapkan ice breaking saat proses pembelajaran berlangsung.

3. Proses pembelajaran yang didukung oleh media ajar yang sesuai

Pembelajaran akan terasa nyaman jika memiliki sebuah media pendukung untuk pembelajaran. Media ajar ini dapat membantu siswa dalam penyerapan materi. Media ajar itu bisa berupa buku, alat bantu ajar, atau peraga dan lain-lainnya. Hal tersebut disesuaikan dengan gaya belajar masing-masing siswa.

4. Adanya keterlibatan siswa dalam pembelajaran

Pendidik harus bisa melibatkan siswa dalam pembelajaran, agar siswa mampu berpikir kreatif, kritis, dan inovatif. Pendidik juga bisa mendorong siswa untuk aktif dalam pembelajaran melalui kuis yang menyenangkan, ataupun membuat sebuah praktik yang dilakukan untuk mengembangkan kompetensi siswa atau bisa juga dengan sistem learning by doing.

5. Keterlibatan siswa dalam penciptaan lingkungan sekolah yang nyaman

Untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman, melibatkan siswa dalam penciptaan kelas itu harus dilakukan secara berkala. Pendidik bisa mengajak siswa untuk menata kelas mulai dari meja dan kursi. Selain itu pendidik juga bisa mengajak siswa untuk menghiasi kelas sesuai dengan kreativitas mereka.

Prinsip Sekolah Ramah Anak

Selain panduan dan ciri-ciri sekolah ramah anak, untuk mengembangkan sekolah yang ramah dan aman untuk anak juga harus memiliki prinsip sekolah ramah anak. Adapun bentuknya sebagai berikut:

1. Sekolah harus bebas dari beragam bentuk diskriminasi

Sekolah yang nyaman adalah sekolah yang memiliki jaminan. Adapun jaminan di sini berupa anak mampu menikmati haknya dalam pendidikan, tanpa mendapatkan diskriminasi mulai dari SARA, gender, latar belakang orang tua, dan status sosial. Hal ini juga menciptakan persatuan di lingkungan sekolah dan membantu menjaga kesehatan psikis anak, di mana mereka tidak merasa dibeda-bedakan dalam suatu hal dan mereka menganggap bahwa perbedaan itu indah.

2. Pihak sekolah harus mendahulukan kepentingan terbaik untuk anak

Dalam hal mengambil keputusan, pihak sekolah harus menjadikan siswa sebagai bahan pertimbangan pertama. Hal ini berhubungan dengan kenyamanan siswa dalam pembelajaran. Keputusan yang mengedepankan siswa nantinya akan memberikan iklim positif dalam proses pembelajarannya.

3. Hidup, kelangsungan hidup, dan perkembangan

Anak harus mendapatkan jaminan pengembangan holistis dan penghormatan terhadap hak dan martabat anak. Pendidik tidak boleh sembarangan menggunakan hak anak dalam bidang pendidikan. Pastikan bahwa anak mendapatkan haknya di sekolah, seperti mendapatkan pembelajaran, perhatian, dan kebutuhan belajar sesuai gaya belajarnya masing-masing.

4. Penghormatan pada pandangan siswa

Pendidik harus mampu menghormati pandangan siswa dalam hal apa pun. Hak anak dalam bidang pendidikan juga harus diberikan dengan adil. Jika siswa berhasil melakukan apa yang diminta pendidik sesuai dengan kreativitas yang dimilikinya maka anak harus diapresiasi atas hasil karyanya.

Dengan memberikan penghormatan pada pandangan siswa yang berbeda-beda maka guru sudah mendukung ide atau pikiran anak. Hal ini sangat baik bagi mereka, di mana anak tidak takut memberikan pendapat, melatih kepercayaan diri, serta bisa mengeksplorasi pengetahuannya sendiri dari beragam sumber.

5. Sekolah harus memiliki sistem pengelolaan yang baik

Pihak sekolah harus memiliki jaminan lingkungan sekolah  yang memiliki transparansi, terbuka dalam segala hal. Sekolah tidak akan ada yang ditutup-tutupi dan memiliki supremasi hukum, sebagai jaminan keamanan untuk anak dalam belajar.

Strategi Pengembangan Sekolah Ramah Anak

Nah, dalam mewujudkan semua itu sekolah harus memiliki strategi pengembangan sekolah ramah anak. Apa saja strategi pengembangan sekolah ramah anak? Berikut penjelasannya.

1. Sekolah harus mampu melaksanakan kebijakan sekolah ramah anak

Sekolah harus bisa mematuhi peraturan pemerintah yang sudah menjelaskan tentang sekolah ramah anak. Kebijakan dibuat dengan mengedepankan kepentingan siswa.

2. Sekolah melakukan pengawasan dalam pelaksanaan kurikulum

Pengawasan pelaksanaan kurikulum ini bertujuan untuk memantau perkembangan anak. Selain itu juga mengawasi hal-hal yang menyalahi aturan sekolah ramah anak. Kurikulum menjadi acuan bagi sekolah dalam mendukung gaya belajar siswa, terutama Kurikulum Merdeka.

3. Sekolah harus memenuhi sarana dan prasarana yang ramah anak

Untuk melaksanakan sekolah ramah anak, sekolah harus mampu memenuhi sarana dan prasarana ramah anak. Mulai dari aspek kesehatan, aspek keselamatan, aspek kenyamanan, dan aspek kemudahan.

4. Sekolah mengadakan pelatihan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan tentang hak anak

Adanya pelatihan ini dilakukan untuk membantu pendidik dan tenaga pendidik agar memahami hak anak. Agar pendidik tidak melakukan kesalahan yang membuat anak merasa tidak nyaman. Pendidik dapat juga mengikuti pelatihan di luar yang diadakan oleh sekolah, semisal kursus gratis maupun webinar mengenai pendidikan.

Beberapa Hal yang Perlu Diperbaiki dalam Pendidikan Indonesia
masalah pendidikan Indonesia berkaitan dengan kurangnya sarana fisik, kualitas dan kesejahteraan guru, rendahnya prestasi siswa, pemerataan bahkan biaya pendidikan

5. Memberikan ruang partisipasi siswa dalam sekolah

Pendidik memberikan siswa ruang untuk berpartisipasi dalam berbagai hal, seperti acara sekolah yang melibatkan siswa dalam pelaksanaan dan lain-lainnya. Hal tersebut akan melatih banyak aspek, mulai dari kepemimpinan, toleransi, hingga disiplin.

6. Melibatkan orang tua dan masyarakat

Untuk mencapai pengembangan sekolah ramah anak, tidak hanya antara pendidik dan siswa. Namun, juga melibatkan orang tua dan masyarakat dalam pelaksanaan sekolah ramah anak.

Nah, di atas adalah 6 strategi pengembangan sekolah ramah anak. Dalam pelaksanaannya sekolah ramah anak memang dituntut keamanan dan kenyamanan untuk anak itu sendiri. Semoga bermanfaat!