Relevansi Tes IQ dengan Pembelajaran di Sekolah

IQ (Intelligence Quotient) adalah salah satu kecerdasan yang dimiliki oleh manusia. IQ adalah kecerdasan yang berkaitan dengan aspek intelektual. Apakah IQ ini berpengaruh dengan proses pembelajaran di sekolah? Artikel ini selanjutnya akan membahas sejauh mana relevansi tes IQ dengan pembelajaran di sekolah.

Pengertian IQ

sumber: https://www.pexels.com/

IQ atau Intelligence Quotient adalah salah satu jenis kecerdasan yang dimiliki oleh manusia. IQ ini adalah kecerdasan yang berhubungan dengan aspek kognitif. IQ ini berhubungan dengan kemampuan seseorang dalam berpikir dan bernalar.

IQ digunakan untuk belajar, memahami gagasan, memecahkan masalah, dan merencanakan sesuatu. Kecerdasan ini berhubungan dengan logika. Dulu, IQ dianggap sebagai indikator utama dan satu-satunya kecerdasan yang penting bagi manusia. IQ menjadi indikator kesuksesan. Semakin tinggi tingkat IQ-nya, seseorang akan dianggap semakin sukses.

Saat ini banyak orang menyadari bahwa IQ bukanlah satu-satunya kecerdasan yang penting bagi manusia. Masih ada EQ (Emotional Quotients) dan SQ (Spiritual Quotient) yang tidak kalah penting dan bepengaruh. Ketiga kecerdasan tersebut sama-sama dibutuhkan.

Seluk Beluk IQ Manusia

IQ setiap orang berbeda-beda. IQ sendiri ini dikelompokkan ke dalam berbagai kategori, yaitu 70–79 (tingkat IQ rendah atau keterbelakangan mental), 80–90 (tingkat IQ rendah yang masih dalam kategori normal atau disebut Dull Normal), 91–110 (tingkat IQ normal atau rata-rata), 111–120 (tingkat IQ tinggi dalam kategori normal atau disebut Bright Normal), 120–130 (tingkat IQ superior), dan 131 atau lebih (tingkatIQ sangat superior atau jenius).

IQ ini memiliki 3 komponen pokok seperti:

  1. kemampuan individu dalam mengarahkan tindakan dan pikirannya sendiri;
  2. kemampuan individu untuk bisa menilai dirinya sendiri dan melakukan evalusi diri; serta
  3. kemampuan individu untuk bisa melakukan evaluasi atas dirinya sendiri dan melakukan perbaikan diri dari hasil evaluasi tersebut.

Tinggi rendahnya kecerdasan intelektual ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu keturunan, bawaan dari lahir, pengaruh sosialisasi, usia, nutrisi yang dikonsumsi hingga lingkungan sosial yang ada di sekitarnya. IQ ini bukanlah sesuatu yang statis. Kondisinya sangat dinamis. IQ bisa berubah seiring bertambahnya usia dan stimulasi yang dilakukan.

Tes IQ

IQ ini bukanlah sesuatu yang bisa dilihat secara kasat mata. Tidak bisa dilihat secara langsung. Jika seseorang ingin mengetahui tingkat IQ, ia harus melakukan tes IQ. Meski awalnya tes IQ ini untuk mengetes keterbelakangan mental.

Tes IQ ini hanya untuk mengukur kecerdasan intelektual atau kognitif saja. Tes tersebut tidak bisa untuk mengetes kecerdasan lainnya seperti kreativitas, artistik, kepemimpinan, keterampilan emosional, dan sosial.

Sejarah Tes IQ

Tes IQ ini pertama kali dialukan pada tahun 1916 di Prancis. Tes IQ ini dicetuskan oleh Binet dan Simon ingin menguji IQ anak-anak di sekolah dasar yang mengalami gangguan kognitif. Anak-anak yang mengalami gangguan kognitif itu kemudian diberikan pengajaran.

Setelah itu, anak-anak tersebut diberikan sejumlah rangkaian tes yang meliputi bagaimana tingkat pemahaman, penilaian, serta penalaran. Tes tersebut juga ingin menguji hubungan antara kecerdasan kognitif dengan kondisi mental.

Tes IQ ini kemudian dibawa oleh Lewis Terman ke Universitas Stanford dan diadakan berbagai perbaikan. Hingga akhirnya Terman menghasilkan sebuah tes IQ yang diberi nama tes IQ Stanford-Binet. Tes inilah yang kemudian digunakan oleh berbagai orang di dunia dari waktu ke waktu. Tes ini menjadi ukuran kecerdasan bagi setiap individu.

Tujuan dan Manfaat Tes IQ

sumber: https://www.pexels.com/

Tujuan tes IQ ini adalah untuk mengukur seberapa besar tingkat kecerdasan intelektual individu. Melalui tes ini, IQ individu dikategorikan dalam beberapa tingkatan. Semakin besar tingkat IQ individu, semakin tinggi juga kemampuan berpikir logis dan matematis.

Tes IQ juga punya banyak manfaat, misalnya sebagai berikut.

- Mengukur Kemampuan Akademik Anak

Manfaat tes IQ yang pertama adalah untuk mengetahui kemampuan akademik anak. Sebagaimana penjelasan sebelumnya, IQ adalah kecerdasan yang berkaitan dengan intelektual. Ini sangat berhubungan dengan kemampuan akademik anak. Semakin tinggi skor IQ anak, semakin tinggi pula kemampuan akademiknya.

- Mengetahui Gangguan Belajar

Tes IQ juga bisa mengetahui gangguan belajar yang mungkin dialami oleh anak. Dengan begitu, anak bisa lebih cepat terbantu jika mengalami gangguan belajar.

- Mengetahui Kemampuan Kognitif Anak

Tes IQ adalah tes yang bertujuan mengetahui unsur kecerdasan kognitif anak. Dengan melakukan tes IQ orang tua bisa tahu sejauh mana kemampuan kognitif anak, mulai dari cara berpikirnya, bernalar, memahami gagasan, hingga menyelesaikan masalah.

- Panduan Menyusun Program Pendidikan anak

Tes IQ bisa menjadi panduan orang tua dalam menyusun program pendidikan anak. Program pendidikan anak bisa disusun sesuai dengan tingkat intelegensi anak. Dengan demikian, hasilnya akan lebih relevan.

- Membantu Anak Mencari Mentor Belajar

Dengan mengetahui tingkat IQ anak, orang tua bisa mencari mentor belajar yang tepat. Sebagai contohnya, jika anak memiliki tingkat IQ rendah, ia tentu butuh mentor yang lebih sabar dan punya cara untuk meningkatkan skor IQ.

- Memberikan Tantangan kepada Anak

Saat anak mengerjakan soal-soal yang terdapat pada tes IQ, ini menjadi tantangan tersendiri pada anak. Mereka akan berusaha menjawab semua soal dengan segala kemampuan yang dimiliki. Ini menjadi pengalaman tersendiri bagi anak.

- Memilih Kelas yang Tepat untuk Anak

Akan sangat mudah jika anak bisa belajar di kelas yang tepat. Kelas yang tepat adalah kelas yang sesuai dengan tingkat kecerdasannya. Dengan begitu, anak bisa nyaman belajar.

- Anak Tahu Kemampuannya

Manfaat tes IQ juga bisa membuat anak mengetahui kemampuannya. Dengan mengetahui tingkat kemampuan yang dimiliki anak, mereka akan tumbuh lebih percaya diri. Selain itu, motivasi anak untuk meningkatkan kemampuannya akan semakin besar.

Relevansi Tes IQ dengan Pembelajaran di Sekolah

Setelah mengetahui berbagai manfaat melakukan tes IQ, kita jadi tahu bahwa tes IQ bisa berhubungan dengan proses pembelajaran anak di sekolah. Tes IQ memiliki relevansi dengan pembelajaran di sekolah. Meski IQ bukan satu-satunya kecerdasan yang berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa, tetap saja punya pengaruh yang signifikan.

Fungsi dan Tujuan Asesmen Belajar
Fungsi asesmen dan tujuannya untuk mengetahui tingkat keberhasilan dalam kegiatan belajar mengajar

Dengan mengikuti tes IQ, kecerdasan kognitif bisa diketahui. Anak yang punya kecerdasan di atas rata-rata perlu diberikan pembelajaran yang menantang sesuai kemampuannya, misalnya mengikuti kelas akselerasi. Demikian pula sebaliknya, jika anak memiliki tingkat IQ yang rendah, tentu butuh pendampingan lebih. Ini agar anak bisa meningkatkan kemampuan intelektualnya.

Tes IQ memberi panduan dalam memilih program pembelajaran di sekolah agar anak bisa belajar sesuai dengan kemampuannya. Tidak ada anak yang dipaksa di luar tingkat kemampuannya.

Tips Mengarahkan Minat Bakat Remaja
Untuk mengarahkan minat dan bakat yang dimiliki remaja, mereka juga harus mengutamakan niat dan komitmen.

Meskipun tes IQ punya relevansi yang kuat dengan proses pembelajaran di sekolah, tetap saja ada aturan yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah tidak melakukan tes IQ untuk anak di bawah usia 6 tahun. Pasalnya, hasilnya tidak terlalu relevan untuk digunakan.

Demikian artikel tentang relevansi tes IQ dengan pembelajaran di sekolah. Semoga artikel ini bisa membantu Anda mengetahui relevansi tes IQ dengan pembelajaran di sekolah.