Pentingnya Mendidik Anak Sesuai Usia Mereka

Di zaman era modern saat ini, orang tua semakin kesulitan menemukan langkah tepat untuk bisa mendidik anak. Sebagai contoh, anak umur empat tahun masih disuapin sambil menonton gadget agar diam (tidak rewel) padahal dilihat dari usia anak tersebut seharusnya sudah bisa makan sendiri untuk melatih kemandirian dan motorik kasarnya.

Contoh lain adalah saat terkuak berita salah satu cara orang tua dalam mendiamkan anaknya yang berumur lima tahun dengan memberikan makanan di setiap anak tersebut merengek  mengantuk, marah bahkan sedih juga menjadi viral di media sosial dan mendapat perhatian khusus oleh beberapa public figure di Indonesia.

Pro dan kontra bermunculan menanggapi cara orang tua tersebut memperlakukan anaknya. Namun, orang tua dituntut untuk terus memberikan teladan yang baik kepada anak. Oleh karena sifat asli seorang anak adalah meniru. Lalu bagaimana seharusnya orang tua memberikan pendidikan yang baik dan tepat terhadap anak sesuai umurnya? Berikut beberapa hal penting yang harus dipahami.

Usia dini (Umur 0-3 tahun)

Anak dalam usia ini sangat butuh perlindungan, rasa aman, kenyamanan dan kasih sayang yang penuh. Buat mereka Anda selalu ada sebagai penolong mereka. Tetapi, bukan berarti anak tidak dilatih untuk mempertajam atau menstimulasi pertumbuhan psikomotorik (penilaian skill atau keterampilan), kognitif (proses otak), linguistik (bahasa untuk komunikasi), dan kemampuan sosio-emosional anak. Maka sebagai orang tua, Anda dapat melakukan beberapa hal yang dapat mendukung tumbuh kembang anak di umur batita ini, diantaranya:

  • Saat bicara hendaknya mensejajari tinggi anak sehingga kita bisa menatap wajahnya.
  • Berikan respon yang sewajarnya, sesuai kebutuhan anak. Jangan terlalu melindungi atau terlalu banyak larangan.
  • Hindarkan bahasa bayi. Perbaiki jika ada kosa kata yang salah diucapkan.
  • Sebaiknya jangan gunakan kekurangan anak dalam berkomunikasi sebagai bahan bercandaan, hal ini dapat membuat anak tidak percaya diri.
  • Buat lingkungan yang mendukung aktivitas anak, contoh menempatkan beberapa mainan yang mudah dijangkau dan aman, memberikan contoh membereskan mainan ke dalam tempatnya.
  • Izinkan anak mencoba hal-hal baru. Jika dia gagal, pahami kemarahan anak lalu alihkan emosi mereka melalui kalimat semangat atau istirahat sejenak.
  • Berikan pujian dan penghargaan yang sewajarnya, tidak berlebihan, tidak selalu berupa barang.
  • Berkelahi adalah salah satu kebutuhan mereka dalam bersosialisasi, Anda sebaiknya memberikan waktu agar mereka mencoba menyelesaikan. Jangan lupa ajarkan mereka meminta maaf.

Usia 3-6 tahun

Pada usia ini anak sudah dapat berkomunikasi dan menyebutkan namanya sendiri, belajar berhitung dan menggambar karena sudah masuk usia sekolah PAUD hingga TK B.

Di dalam rentang umur ini juga, anak sudah mulai berani mengungkapkan pendapat, emosi dan kemauannya dengan lantang sehingga terlihat lebih sensitif dan tidak stabil. Tenang, Anda hanya perlu menerapkan beberapa hal berikut agar anak dapat tumbuh dengan emosi yang baik di umur ini, yaitu:

  • Jika anak mengalami masa tantrum, maka yang paling utama Anda lakukan adalah tetap memberikan tempat yang nyaman untuknya. Tidak perlu membentak, tidak perlu memaksa agar anak berhenti menangis, tetapi lebih pada komunikasi berimbang, memberikan win-win solution dan tetap sabar.
  • Bertanya pada anak tentang apa yang ia rasakan. Biarkan ia mengeluarkan emosi dan rasa yang dirasakan lalu akui perasaan itu, contoh melihat adik menangis karena mainannya direbut, orang tua perlu membantu anak meneliti perasaan mereka, apakah sedih, marah, atau apa?
  • Mengajarkan kedisiplinan secara konsisten dan terus menerus. Mulai dari disiplin dari dalam rumah, membersihkan tempat tidur, merapikan mainan, dan hal-hal lainnya.
  • Mengajarkan untuk berbagi pada sesama. Sesekali libatkan anak saat ada acara sosial di lingkungan sekitar. Ajak mereka menyisihkan uang jajannya untuk ikut menyumbang.
  • Mengajarkan menghadapi masalah. Orang tua seringkali ingin menyelesaikan masalah yang dihadapi anak-anak. Padahal, anak-anak juga butuh dilatih untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.
  • Jangan menakut-nakuti dan mengancam anak. Ancaman hanya akan membuat anak menjadi lemah dan penakut. Sebaliknya, latih anak menjadi sosok yang berani.
  • Ajarkan untuk mengucapkan tiga kalimat sakti, seperti tolong, maaf, dan terima kasih. Dengan membiasakan anak mengucapkan kata-kata ini, niscaya anak akan menjadi pribadi santun yang membanggakan orang tua.
  • Tumbuhkan sikap saling menghormati, saling percaya, dan  saling peduli dengan sesama.

Usia umur 7-12 tahun

Pada usia ini anak-anak memasuki tahapan menuju pra-remaja sehingga sangat berpengaruh pada pengembangan kemampuan dan pertumbuhan mereka. Masalah yang biasanya terjadi diantaranya: masalah gizi buruk, perubahan fisik, transformasi sensitif, memiliki minat dan bakat besar dalam aspek kognitif, sosial, linguistik, emosional dan fisik.

Sebagian besar dari mereka sudah memiliki pendapat dan cara pandang sendiri sehingga orang tua perlu melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Menumbuhkan bakat dan minat alami anak dengan mendukung kegiatan anak.
  • Tidak memaksakan kehendak kepada anak karena dapat membuat anak merasa terbebani.
  • Memberikan ruang agar anak dapat banyak bereksperimen.
  • Berikan kepercayaan.
  • Berikan punishment and reward.
  • Ajarkan keterbukaan.
  • Tumbuhkan sikap menghormati.
Kegiatan Apa Saja yang Membangun Percaya Diri Anak?
Rasa percaya diri adalah salah satu bekal penting dalam perkembangan kepribadian dan proses belajar yang panjang.

Anak usia umur 13-18 tahun

Di fase ini perkembangan remaja pada tahapan awal. Perubahan-perubahan yang terjadi membuat orang tua belajar untuk lebih memahami anak. Anda perlu melakukan beberapa hal, seperti:

  • Untuk anak perempuan akan mendapatkan masa puber dan berat badan akan naik.
  • Untuk remaja laki-laki perubahan terjadi di bentuk tubuh dan otot, mereka sedang menggandrungi olahraga maka sudah sebaiknya orang tua meluangkan waktu agar dapat melakukan olah raga bersama.
  • Masih bingung dengan apa yang ingin dicapai maka orang tua perlu memberi kepercayaan kepada anak.
  • Memiliki kedekatan dan ketertarikan dengan lawan jenis, maka orang tua perlu mengenal lingkungan pertemanannya agar dia nyaman.
  • Pembatasan penggunaan media sosial dengan cera selalu dipantau.
  • Peka terhadap perubahan anak.
  • Mengajarkan anak dengan pola hidup sehat.
  • Jadilah pendengar yang baik.
  • Tidak memarahi di depan umum.
  • Ajarkan rasa tanggung jawab
  • Jadilah panutan dan idola untuk anak anda.
9 Cara Mengajarkan Toleransi Kepada Anak Sejak Dini
Mengajarkan toleransi pada anak sedari dini ini sangat penting untuk membantu perkembangan sikap yang baik pada anak.

Dengan mengasuh anak sesuai umur mereka, maka Anda dapat berdamai dengan apa yang seharusnya Anda khawatirkan. Sesungguhnya dibawah 18 tahun masih dinilai anak dan masih mendapatkan perhatian penuh dari keluarga, lingkungan, dan sekolah.

Oleh karena itu memahami anak tidak melulu dengan kekerasan yang berujung pada menyakiti hati mereka. Cukup bersikap tegas adalah sikap yang membuat aturan di tempat tersebut berjalan. Selamat Mencoba yaaa, semoga berhasil.