Orang tua Wajib Ajarkan Anak Bedanya Kebutuhan dan Keinginan

Mengajarkan anak tentang kebutuhan dan keinginan bukanlah hal yang mudah, apalagi di usia kanak-kanak mereka memiliki banyak keinginan yang ingin dibeli. Meski begitu ini merupakan suatu pengajaran yang harus dimiliki anak sebagai bekal mereka dewasa agar dapat mengatur keuangan atau finansial dengan baik.

Membedakan kebutuhan dan keinginan berkaitan dengan literasi finansial dan dapat mempengaruhi semua aspek mulai dari pola makan, kesehatan fisik dan mental, hingga pilihan akademis.

Sebagai orang tua Anda bisa mulai memberikan pengetahuan keuangan dan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan pada anak ketika usia sekolah dasar sebelum 12 tahun. Pasalnya ini menjadi salah satu bagian membentuk karakter anak, yang mana sebenarnya itu sudah dimulai sejak batita atau di bawah 3 tahun.

Hanya saja pada usia tersebut perkembangan anak masih dalam tahap fisik dan belum serumit antara kebutuhan dan keinginan, sehingga ketika itu belum dapat dipahami dengan baik.

Berbeda ketika anak sudah memasuki sekolah dasar, di mana itu merupakan jenjang usia tepat untuk banyak belajar karena perkembangan kognitif anak semakin kompleks. Untuk mengatur keuangan, pertama Anda bisa mengajarkan anak untuk berhemat, lalu biasakan menabung dan mulai memberikan pengetahuan antara perbedaan dan keinginan.

Tips Menjaga Kesehatan Mental Remaja
Kesehatan mental adalah kondisi individu yang menyadari kondisi emosi, kejiwaan, dan psikis yang dimilikinya

Orang tua bisa memberitahu definisi jelas tentang kebutuhan dan keinginan agar anak dapat memahami perbedaan keduanya.

Kebutuhan merupakan hal mendasar yang wajib dipenuhi untuk hidup yang lebih baik dan sehat seperti pakaian, makanan, tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari. Sedangkan keinginan merupakan sesuatu hal yang diinginkan namun tidak akan mengurangi kualitas hidup jika tidak dimiliki.

Anda juga bisa menggunakan perumpamaan untuk menjelaskan kebutuhan dan keinginan ke anak lebih mudah. Seperti membeli baju seragam yang merupakan kebutuhan, dan membeli baju baru yang hanya menjadi keinginan untuk koleksi baju di lemari.

Alasan Pentingnya Ajarkan Anak Bedanya Kebutuhan dan Keinginan

sumber: https://www.pexels.com/

Jangan menganggap bahwa mengatur keuangan hanyalah menjadi tugas orang dewasa, sehingga Anda menganggap bahwa hal ini tidak perlu diajarkan pada anak. Padahal pengajaran ini sangat penting dilakukan sejak dini untuk menjadi kebiasaan baik di masa depan ketika mereka dewasa.

Berikut ini merupakan beberapa alasan pentingnya mengajarkan anak bedanya kebutuhan dan keinginan yang bisa Anda ketahui, di antaranya yaitu;

1. Agar anak mampu mengendalikan dirinya

Alasan orang tua wajib ajarkan anak bedanya kebutuhan dan keinginan, yang pertama adalah agar seorang anak dapat mengendalikan dirinya. Karena dewasa saja kadang masih sulit mengendalikan diri, apalagi ibu-ibu yang melihat diskon besar-besaran.

Pasti akan mudah tergoda dan sulit membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Jika Anda sebagai orang tua masih belum mampu mengendalikan diri, pasti akan sulit menurunkan hal itu pada anak. Setidaknya Anda dapat membantu anak untuk belajar menunda keinginannya.

Agar anak terlatih untuk mengendalikan dirinya sendiri, hal ini dapat Anda ajarkan sejak anak masih berusia dini. Agar saat dewasa anak akan lebih mampu mengendalikan dirinya.

2. Agar anak mampu memahami tentang literasi finansial

Dalam hal ini orang tua akan membentuk karakter anak yang paham tentang literasi finansial. Karena literasi finansial akan berpengaruh pada kehidupan anak di masa depan yang mencakup beberapa aspek kehidupan, seperti kesehatan mental anak, pola makan anak, kesehatan secara fisik dan lain sebagainya.

Jika anak mampu memahami literasi finansial baik secara individu ataupun secara sosial, akan membentuk karakter anak yang tangguh dan bijaksana dalam memilih berbagai hal. Hal ini juga akan membentuk karakter anak yang mampu bersaing secara sportif dalam kehidupannya di masa depan.

3. Mengajarkan anak untuk berproses

Mengajarkan perbedaan kebutuhan dan keinginan pada anak termasuk dalam mengajarkan anak untuk berproses. Berproses yang dimaksud di sini adalah berproses dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan.

Maka, berikanlah pengertian pada anak tentang apa itu kebutuhan dan keinginan. Agar mereka dapat menikmati proses dalam hidupnya. Memberi pengetahuan pada anak bagaimana cara berproses untuk memenuhi kebutuhannya maupun keinginannya.

Anda juga dapat mengajarkan anak untuk menabung, dan Anda juga dapat memberikan reward pada anak yang mampu menyelesaikan tugas dari Anda. Dengan begitu anak akan pelan-pelan belajar memenuhi kebutuhannya dan menikmati proses dalam memenuhi kebutuhannya sendiri.

Hal ini tidak selalu mudah, sebagai orang tua Anda harus lebih sabar dan belajar memahami karakter setiap anak.

4. Mengajarkan anak untuk hidup hemat

sumber: https://www.pexels.com/

Hidup hemat pasti impian setiap orang, maka dari itu mengajarkan anak untuk hidup hemat adalah langkah awal untuk membentuk keluarga sederhana. Hal ini dapat Anda terapkan dengan cara mengajarkan anak perbedaan kebutuhan dan keinginan.

Memberi pengetahuan pada anak tentang kebutuhan dan keinginan, untuk lebih berhemat. Memberi pengetahuan pada anak apa itu keinginan, memberitahu anak bahwa keinginan itu adalah kebutuhan yang dapat ditunda jika memang sudah sangat diperlukan dan kebutuhan adalah apa pun yang harus ada saat itu juga, dan harus dipenuhi setiap bulannya atau setiap hari.

Dengan begitu, anak akan mulai berpikir bagaimana cara untuk hidup hemat. Asalkan orang tua juga berperilaku sesuai dengan yang diajarkan pada anak. Karena anak akan mencontoh orang tuanya.

5. Mengajarkan anak kebutuhan yang berguna dan bermanfaat

Memberikan pengetahuan pada anak tentang kebutuhan yang berguna dan bermanfaat seperti buku pelajaran, biaya sekolah, biaya lain-lain yang harus dikeluarkan setiap bulannya.

Kegiatan yang Dapat Mengasah Keterampilan Motorik Anak
Keterampilan motorik sangat penting bagi perkembangan anak, karena dapat membantu anak untuk melakukan berbagai hal, seperti berdiri, duduk, dan bermain

Memberi pengertian pada anak untuk membeli barang yang memang berguna dan bermanfaat untuknya dan mengurangi membeli barang-barang yang tidak ada manfaatnya. Hal ini termasuk alasan orang tua mengajarkan perbedaan kebutuhan dan keinginan pada anak.

Itulah beberapa hal mengenai alasan pentingnya mengajarkan anak antara kebutuhan dan keinginan yang bisa Anda ketahui. Dengan mengetahui hal ini, anak memiliki skill mengatur keuangan yang baik dan ini akan berguna untuk masa depannya agar kondisi finansial mereka aman dan bisa memenuhi kebutuhan maupun keinginannya.