Mewujudkan Pembelajaran Inklusi

Pengangkatan Nadiem Anwar Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI), membawa arah baru dalam sistem pendidikan di Indonesia. Mendikbud menetapkan Kurikulum Merdeka Belajar sebagai landasan pendidikan di Indonesia saat ini. Merdeka belajar sendiri diartikan sebagai kebebasan dan kemerdekaan bagi semua siswa untuk mendapatkan pendidikan yang bermakna dan menyenangkan. Merdeka belajar memberi jaminan pada semua siswa untuk bisa mendapatkan akses pendidikan sesuai minat dan bakatnya. Kurikulum Merdeka Belajar ini sangat cocok untuk menerapkan pembelajaran yang inklusif. Artikel ini selanjutnya akan membahas cara mewujudkan pembelajaran yang inklusif.

Apa itu Pembelajaran Inklusif?

sumber: https://www.pexels.com/

Sebenanya, apa pengertian pembelajaran inklusif itu? Apa bedanya dengan pembelajaran pada umumnya? Pembelajaran inklusif adalah sebuah proses pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk memperoleh pengajaran, siapapun mereka dan bagaimanapun kemampuannya.

Pembelajaran inklusif ini memberikan kesempatan belajar kepada siswa berkebutuhan khusus untuk belajar bersama siswa lainnya. Mereka yang berkebutuhan khusus bisa belajar bersama dengan teman-temannya yang biasa. Tidak ada diskriminasi.

Pembelajaran inklusif ini sudah diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada pasal 15 disebutkan bahwa pembelajaran inklusif merupakan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada semua anak-anak Indonesia, termasuk kepada anak berkebutuhan khusus.

Pelaksanaan pembelajaran inklusif ini semakin diperkuat oleh adanya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 70 tahun 2009, yaitu adanya pembelajaran inklusif memberikan peluang kepada semua siswa baik siswa dengan kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti pembelajaran pada satuan pendidikan secara bersama-sama dengan siswa-siswa pada umumnya.

Mengapa Perlu Melakukan Pembelajaran Inklusif?

sumber: https://www.pexels.com/

Lalu, mengapa perlu melakukan pembelajaran inklusif ini? Pembelajaran inklusif ini sangat penting untuk dilakukan untuk menciptakan kesetaraan dalam proses pendidikan. Ini agar tidak ada lagi kesenjangan antara anak berkebutuhan khusus dengan anak-anak pada umumnya.

Kesetaraan ini penting sebab dalam praktiknya pasti akan ada interaksi antara anak berkebutuhan khusus dengan anak-anak pada umumnya. Mereka tinggal bersama dalam suatu komunitas. Oleh karena itu, anak berkebutuhan khusus juga perlu akses yang sama dalam proses pembelajaran.

Selain itu, pembelajaran inklusif ini menjadi cara agar siswa berkebutuhan khusus bisa mengoptimalkan semua potensi yang dimilikinya. Siswa berkebutuhan khusus juga bisa berprestasi layaknya siswa-siswa pada umumnya. Hal ini sesuai dengan konsep merdeka belajar itu sendiri.

Tidak hanya itu, pembelajaran inklusif ini bisa memupuk rasa toleransi antarsiswa. Perbedaan yang ada antara mereka yang berkebutuhan khusus dan mereka yang biasa saja adalah sebuah hal yang patut diapresiasi. Toleransi sangat dibutuhkan agar proses pembelajaran bisa berjalan dengan baik. Bukankah sangat penting bagi setiap siswa di Indonesia untuk memiliki sikap toleransi?

Bagaimana Cara Mewujudkan Pembelajaran Inklusif?

Harus diakui, pelaksanaan pembelajaran inklusif ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru. Tentunya guru sebagai fasilitator pembelajaran harus bisa menyesuaikan dengan kondisi siswanya yang beragam. Memfasilitasi siswa berkebutuhan khusus dengan siswa-siswa pada umumnya tentu tidak sama. Di sinilah guru perlu mengasah kemampuannya untuk bisa melakukan pembelajaran inklusif.

Lalu, bagaimana cara mewujudkan pembelajaran yang inklusif ini? Sebelum membahas bagaimana mewujudkan pembelajaran inklusif, penting untuk mengetahui prinsip-prinsip pembelajaran inklusif terlebih dahulu. Prinsip-prinsip inilah yang nantinya akan menjadi acuan dalam pelaksanaan pembelajaran yang inklusif.

Konsep Step In – Step Out – Step Back untuk Melatih Rutinitas Berpikir Siswa
Cara berpikir itu harus terus dilatih dengan berbagai metode yang efektif dan positif. Konsep step in-step out-step mengasah pola pikir yang terarah.

Prinsip Mewujudkan Pembelajaran yang Inklusif

Berikut adalah prinsip-prinsip mewujudkan pembelajaran yang inklusif, yaitu meliputi:

  1. Pemerataan dan peningkatan mutu meliputi menerapkan beragam metode pembelajaran yang bisa memberikan akses pendidikan kepada semua siswa dan menghargai perbedaan.
  2. Kebutuhan individu dengan fokus utama berupa melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.
  3. Kebermaknaan yang mengharuskan pembelajaran inklusif dilaksanakan dengan mewujudkan kelas yang ramah anak, menerima, dan menghargai perbedaan yang ada.
  4. Keberlanjutan, yaitu pembelajaran inklusif dilaksanakan secara keberlanjutan, dimulai dari jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.
  5. Keterlibatan, yaitu pelaksanaan pembelajaran inklusif ini membutuhkan keterlibatan dari semua pihak terkait, mulai dari sekolah hingga keluarga.

Mewujudkan pembelajaran inklusif ini sebenarnya tidak susah, cukup membutuhkan dua hal saja, yaitu kesadaran dan dukungan semua pihak terkait dan juga adanya program dari pemerintah. Kesadaran dan dukungan adalah hal pertama yang harus dipenuhi untuk mewujudkan pembelajaran inklusif. Kesadaran dan dukungan ini datang dari sekolah dan keluarga.

Pada pihak sekolah, tidak cukup dengan keinginan menyelenggarakan pembelajaran inklusif saja. Ini harus dikonkretkan dengan menyediakan guru khusus maupun memberikan pelatihan kepada semua guru untuk bisa melakukan pembelajaran inklusif. Tidak hanya itu, sekolah juga wajib menyediakan sarana dan prasarana yang ramah bagi siswa berekbutuhan khusus.

Selain dari pihak sekolah, pembelajaran ini juga butuh kesadaran dan dukungan dari pihak orang tua. Orang tua perlu memiliki kesadaran akan pentingnya memberikan pembelajaran inklusif pada anaknya yang berekbutuhan khusus. Orang tua perlu mendukung anak untuk bersekolah di sekolah inklusif. Dengan demikian, anaknya yang berkebutuhan khusus bisa membaur dan belajar bersama dengan anak-anak pada umumnya.

Sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan orang tua terhadap pelaksanaan pembelajaran inklusif ini. Pasalnya, menurut riset masih banyak orang tua anak berkebutuhan khusus yang enggan menyekolahkan anaknya di sekolah inklusif.

Dukungan dan kesadaran guru juga dibutuhkan dalam mewujudkan pembelajaran yang inklusif ini. Perlu ada guru khusus, guru kelas, maupun guru mata pelajaran yang paham bagaimana melakukan pembelajaran kepada siswa berkebutuhan khusus. Guru harus memiliki keinginan dan kemampuan yang mendukung proses pembelajaran inklusif ini.

Peran Guru Menumbuhkan Kemandirian Siswa saat Belajar di Kelas
Kemandirian adalah suatu hal atau keadaan yang bisa berdiri sendiri tanpa bergantung dengan orang lain.

Terakhir, mewujudkan pembelajaran yang inklusif ini sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah. Pemerintah diharapkan memiliki program yang mendukung perwujudan pembelajaran inklusif ini.

Ada beberapa program yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran inklusif ini, di antaranya:

  1. Mengangkat guru pendidikan khusus sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil), untuk bisa mengajar di sekolah-sekolah inklusif;
  2. Menambah pembukaan sekolah inklusif agar semakin banyak sekolah yang bisa menyelenggarakan pembelajaran inklusif;
  3. Menyelengarakan sosialisasi dan pelatihan tentang pembelajaran inklusif kepada semua pihak yang terkait, baik sekolah maupun keluarga;
  4. Memberikan insentif kepada sekolah yang menyelengarakan pembelajaran inklusif; dan
  5. Membentuk tim khusus dalam pelaksanaan pembelajaran inklusif. Tim inilah yang selanjutnya menyusun referensi maupun metode pelaksanaan pembelajaran yang inklusif ini.

Mewujudkan pembelajaran inklusif membutuhkan kerja sama dari semua pihak yang terkait. Pembelajaran inklusif ini memang tidak mudah, tetapi patut untuk diperjuangkan bersama. Hal ini patut untuk dilakukan demi mewujudkan amanat UUD 1945, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa agar semua anak-anak yang ada di Indonesia dapat memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan.

Demikian artikel tentang mewujudkan pembelajaran yang inklusif. Semoga artikel ini bisa menginspirasi sekaligus membantu Anda dalam mewujudkan pembelajaran yang inklusif.