Metode dan Strategi Pembelajaran Efektif untuk Menerapkan Kurikulum darurat COVID-19

Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) atau yang umum disebut virus Corona mulai merebak di Indonesia pada bulan Maret 2020. Kasus pertama yang diumumkan oleh Presiden Jokowi pada tanggal 2 Maret 2020 belum menyebabkan perubahan pada pola kehidupan masyarakat. Namun, dalam tempo duabelas hari, jumlah pasien terinfeksi virus Corona di Indonesia meningkat tajam. Berdasarkan data yang dimuat di kompas.com pada tanggal 31 Maret 2020, jumlah pasien positif terinfeksi Corona pada tanggal 13 Maret 2020 mencapai 96 pasien.

Peningkatan kasus yang cepat, menyebabkan pemerintah menerapkan berbagai langkah untuk mencegah penularan. Secara mendadak, mulai 16 Maret 2020, pemerintah mengeluarkan kebijakan agar institusi pendidikan memulai proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau remote learning.

Siswa diminta untuk belajar dari rumah. Institusi pendidikan diminta menerapkan metode pembelajaran secara daring. Kebijakan ini kemudian ditetapkan melalui Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) yang dikeluarkan pada tanggal 24 Maret 2020.

Surat edaran tersebut menyatakan bahwa kebijakan menerapkan proses belajar dari rumah secara daring diambil karena kesehatan lahir dan batin para siswa, guru, kepala sekolah, dan seluruh warga sekolah menjadi pertimbangan utama. Dalam surat edaran tersebut, proses belajar dari rumah (PJJ) dilakukan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Tidak ada kewajiban untuk menuntaskan seluruh capaian kurikulum dalam rangka kenaikan kelas atau pun kelulusan. Proses belajar ditekankan untuk melatih kecakapan hidup siswa melalui aktivitas yang disesuaikan dengan minat dan kondisi, termasuk akses dan fasilitas belajar di rumah. Guru diminta untuk memberikan umpan balik secara kualitatif. Umpan balik ini lebih ditekankan untuk kepentingan guru. Guru tidak dibebankan untuk memberikan penilaian secara kuantitatif.

Dalam perkembangannya, tidak semua institusi pendidikan mampu menterjemahkan surat edaran tersebut. Sebagian besar institusi pendidikan terbiasa terpaku pada proses belajar konvensional. Hal ini yang kemudian dilakukan juga oleh para guru saat mengajar. Kondisi darurat yang diterapkan secara mendadak menimbulkan berbagai kendala. Tidak hanya ketidaksiapan institusi pendidikan dan guru, namun juga ketidaksiapan orang tua serta sarana dan prasarana.

Mengingat beragamnya kondisi institusi pendidikan yang ada di Indonesia, sulit untuk menentukan bahwa satu metode dan strategi merupakan pilihtan yang terbaik. Diperlukan inovasi dan kreativitas sekolah terutama guru agar metode dan strategi pembelajaran dapat digunakan secara efektif selama pandemi Covid-19.

Memasuki tahun ajaran baru, pandemi akibat virus Corona belum berakhir. Semakin tingginya kasus penularan menjadikan proses pembelajaran jarak jauh tetap dipertimbangkan untuk dilakukan. Namun, evaluasi diperlukan agar proses pembelajaran jarak jauh yang dilakukan lebih baik dibanding sebelumnya.

Berdasarkan hasil evaluasi, ditemukan berbagai kendala yang dihadapi guru, orang tua, dan siswa. Hal ini menyebabkan diberlakukannya penyesuaian kebijakan pembelajaran. Prinsip kebijakan tersebut menyatakan bahwa kesehatan dan keselamatan siswa, guru, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat merupakan prioritas utama. Selain itu dipertimbangkan pula kondisi tumbuh kembang dan psikososial siswa.

Secara umum, terdapat dua kebijakan dalam penyesuaian kebijakan ini, yaitu memperluas pembelajaran tatap muka untuk zona kuning dan melaksanakan kurikulum darurat (kondisi khusus). Kurikulum darurat merupakan kurikulum yang dibuat dengan melakukan penyederhanaan kompetensi dasar yang mengacu pada kurikulum 2013. Sekolah diberi keleluasaan untuk melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri. Kebijakan ini dilakukan agar guru fokus pada kompetensi utama dan kompetensi yang diperlukan untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.

Adanya kurikulum darurat ini, diharapkan akan memudahkan proses pembelajaran jarak jauh  di masa pandemi ini. Berkurangnya beban kurikulum diharapkan dapat mengurangi berbagai kendala sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan psikososial guru, siswa, dan orang tua.‌‌‌‌

Berikut 6 metode pembelajaran yang dapat diterapkan dalam melaksanakan kurikulum darurat Covid-19.

1. Luring Method

Luring Method merupakan metode pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka dengan menerapkan sistem belajar secara bergiliran (shift model) untuk menghindari kerumunan. Setiap shift maksimal melakukan tatap muka selama 3 jam. Metode ini hanya dapat diterapkan pada wilayah dengan zona hijau dan kuning dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Luring method merupakan solusi bagi sekolah yang memiliki keterbatasan akses internet dan perangkatnya, berada di daerah yang sulit dijangkau, atau keterbatasan ekonomi.

2. Daring Method

Daring method merupakan metode yang diterapkan bagi zona diluar hijau dan kuning. Bagi zona tersebut, proses Belajar dari Rumah (BDR) merupakan metode yang paling memungkinkan untuk diterapkan. Guru dan siswa melakukan pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai fasilitas berbasis internet. Permasalahan yang dapat kembali timbul adalah keterbatasan kemampuan guru dan siswa termasuk orang tua untuk menggunakan berbagai aplikasi yang mendukung.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh KPAI, diketahui sebanyak 76 persen siswa tidak menyukai pembelajaran jarak jauh, 76 persen siswa merasakan beban tugas yang berat, 42 persen tidak memiliki perangkat seperti handphone dan laptop, kesulitan jaringan dan kuota internet, serta kesulitan menggunakan aplikasi belajar seperti video.

Hal inilah yang menjadikan kurikulum darurat menjadi solusi. Sekolah dan guru dapat mencari format yang tepat, memberikan tugas yang menyenangkan bagi anak, membuat konten video melalui aplikasi seperti Youtube yang menarik (hal ini dapat difasilitasi oleh institusi pendidikan dan menjadi hak paten), serta menggunakan metode bermain seperti teka-teki, mendongeng, dan lainya.

Apa Saja Strategi Penting Pembelajaran yang Harus Diperhatikan Kemdikbud Pasca Pandemi?
Apakah pendidikan di Indonesia setelah pandemi akan mengalami perubahan atau sama seperti awal? Apakah pembelajaran jarak jauh atau daring masih dilaksanakan? Bagaimana strategi yang perlu dibangun untuk menyiapkan pendidikan pasca pandemi?

3. Project Based Learning

Project based learning merupakan metoda yang berusaha menerjemahkan Surat Edaran Mendikbud no.4 tahun 2020 untuk melatih kecakapan hidup para siswa melalui berbagai aktivitas sesuai dengan minat dan kondisi mereka. Tujuan utama metode ini adalah melatih kolaborasi, gotong royong, dan menumbuhkan rasa empati. Kolaborasi dan gotong royong tidak selalu harus bermakna membentuk kelompok kecil dengan sesama teman sebaya untuk mengerjakan tugas. Namun, bisa juga dilakukan dengan orang tua, kakak, atau adik yang berada dalam satu rumah.

4. Home Visit Method

Home visit method merupakan metode pembelajaran dimana pengajar melakukan kunjungan ke rumah siswa pada waktu tertentu. Metode ini cocok digunakan bagi sekolah dan siswa yang memiliki keterbatasan perangkat dan jaringan internet. Tentu saja, metode ini harus memperhatikan zona dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

5. Integrated Curriculum

Integrated curriculum merupakan metode pembelajaran yang berbasis proyek (project base). Metode ini tidak hanya melibatkan satu mata pelajaran, namun mengaitkan beberapa mata pelajaran. Tugas yang diberikan, dikerjakan oleh siswa dan diberikan umpan balik oleh beberapa guru yang mengampu mata pelajaran berbeda. Sekolah yang memilih untuk melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri dapat menerapkan metode ini.

6. Blended Learning

Blended learning adalah metode yang menggabungkan sistem belajar daring dan tatap muka. Pada metode ini, tatap muka dilakukan melalui video converence. Meskipun pembelajaran dilakukan jarak jauh, namun interaksi antara guru dan murid tetap dapat dilakukan. Metode blended learning adalah metode yang dinilai paling efektif terutama untuk meningkatkan kemampuan kognitif para siswa.‌‌

Tips Melatih Keterampilan Berkomunikasi Anak di Masa PJJ
Tidak adanya interaksi antara pengajar dan siswa, begitu juga dengan orang tua dan anak dapat menjadi pemicu terjadinya masalah anak dalam berkomunikasi.

Penting untuk dipahami bahwa pembelajaran yang baik adalah yang berpusat pada guru dan murid secara bersama, bukan hanya berorientasi pada guru atau pada murid saja. Mengingat pandemi Covid-19 belum dapat dipastikan kapan akan berakhir, memilih metode pembelajaran yang tepat penting dilakukan agar pendidikan di Indonesia dapat berjalan dengan baik dan lancar.‌‌‌‌‌‌‌‌‌