Metode dan Model Pembelajaran Peer Teaching

Pengertian Metode dan Model Pembelajaran Peer Teaching

Metode dan model pembelajaran Peer Teaching adalah strategi yang mengintegrasikan antara ide tentang ketuntasan belajar (Mastery Learning) dan penggunaan penguatan (reinforcement). Peer Teaching memungkinkan siswa untuk belajar dari teman sekelasnya, meningkatkan kemampuan verbal, dan memecahkan masalah bersama-sama.

Metode pembelajaran Peer Teaching, juga dikenal sebagai tutor sebaya, adalah strategi pendidikan yang melibatkan siswa untuk saling membantu dalam proses belajar-mengajar. Dalam penerapannya, metode pembelajaran Peer Teaching ini menempatkan siswa sebagai tutor yang akan membimbing teman sekelasnya dalam memahami materi pelajaran.

Model Pembelajaran Peer Teaching

Berikut adaalah beberapa model pembelajaran Peer Teaching yang digunakan dalam proses kegiatan belajar, yaitu:

1. Jigsaw Learning

Model ini melibatkan siswa dalam proses belajar yang lebih aktif, di mana mereka bekerja dalam kelompok untuk memahami materi dan kemudian berbagi pengetahuan dengan kelompok lain.

2. Group-to-Group Exchange

Model ini memungkinkan siswa untuk berbagi pengetahuan dan ide dengan kelompok lain, meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan berbagi informasi.

3. Everyone is a Teacher Here

Model ini memungkinkan setiap siswa untuk menjadi guru bagi teman sekelasnya, meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan berbagi pengetahuan.

4. Peer Lessons

Model ini melibatkan siswa dalam proses belajar yang lebih aktif, di mana mereka berbagi pengetahuan dan ide dengan teman sekelasnya.

5. Participant Created Case Studies

Model ini memungkinkan siswa untuk berbagi pengetahuan dan ide melalui analisis kasus yang dibuat bersama.

6. Poster Session

Model ini memungkinkan siswa untuk berbagi pengetahuan dan ide melalui presentasi poster yang dibuat bersama.

Implementasi Pembelajaran Peer Teaching

Pembelajaran Peer Teaching dapat diterapkan dengan beberapa langkah, seperti:

  1. Pengorganisasian Kelompok: Siswa dibagi menjadi kelompok untuk memahami materi dan berbagi pengetahuan.
  2. Penggunaan Bahan Ajar: Bahan ajar yang relevan digunakan untuk memahami materi dan berbagi pengetahuan.
  3. Pengawasan dan Evaluasi: Proses belajar dan hasil belajar siswa diperiksa dan dievaluasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Dengan demikian, metode dan model pembelajaran Peer Teaching dapat membantu meningkatkan hasil belajar siswa dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi, problem-solving, dan berbagi pengetahuan.

Model dan Metode Pembelajaran Kolaboratif
Model pembelajaran kolaboratif adalah kerangka yang melukiskan prosedur dalam mengorganisir pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar

Tujuan Metode dan Model Pembelajaran Peer Teaching

Tujuan metode dan model pembelajaran Peer Teaching adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui interaksi dan bimbingan antar siswa.

Dalam penerapannya, pembelajaran Peer Teaching ini memungkinkan siswa untuk saling memberi pengetahuan dan membantu teman sekelasnya dalam memahami materi pelajaran, sehingga meningkatkan kemampuan berkomunikasi, problem-solving, dan berbagi pengetahuan.

Berikut adalah beberapa tujuan dari pembelajaran Peer Teaching yang harus kamu ketahui, yaitu:

1. Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi

Peer Teaching memungkinkan siswa untuk berbagi pengetahuan dan ide dengan teman sekelasnya, meningkatkan kemampuan berkomunikasi.

2. Meningkatkan Kemampuan Problem-Solving

Peer Teaching memungkinkan siswa untuk memecahkan masalah bersama-sama, meningkatkan kemampuan problem-solving.

3. Meningkatkan Kemampuan Berbagi Pengetahuan

Peer Teaching memungkinkan siswa untuk berbagi pengetahuan dan ide dengan teman sekelasnya, meningkatkan kemampuan berbagi pengetahuan.

4. Meningkatkan Kemampuan Self-Confidence

Peer Teaching memungkinkan siswa untuk menjadi guru bagi teman sekelasnya, meningkatkan kemampuan self-confidence.

Manfaat Pembelajaran Peer Teaching

1. Manfaat Timbal Balik

Peer Teaching memberikan manfaat bagi tutor maupun yang sedang belajar, meningkatkan pemahaman dan kemampuan berkomunikasi.

2. Meningkatkan Keterlibatan

Peer Teaching meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar-mengajar, membuat mereka lebih aktif dan terlibat.

3. Mendorong Pembelajaran Aktif

Peer Teaching memungkinkan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses belajar, meningkatkan kemampuan problem-solving dan berbagi pengetahuan.

4. Membangun Keterampilan Komunikasi

Peer Teaching meningkatkan kemampuan berkomunikasi siswa, baik dalam berbagi pengetahuan maupun dalam memecahkan masalah bersama-sama.

Prinsip Metode Pembelajaran Peer Teaching

sumber: https://www.pexels.com

1. Mengintegrasikan antara Ide Ketuntasan Belajar dan Penggunaan Penguatan

Peer Teaching mengintegrasikan antara ide tentang ketuntasan belajar (Mastery Learning) dan penggunaan penguatan (reinforcement) untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

2. Menggunakan Strategi Pembelajaran yang Sesuai

Dalam menerapkan pembelajaran Peer Teaching penting bagi guru untuk berinovasi dalam proses kegiatan belajar siswa, terutama dalam menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan dan materi pembelajaran.

3. Mengaktifkan Siswa dalam Proses Belajar

Peer Teaching memungkinkan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses belajar, meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan problem-solving.

4. Membantu Siswa yang Kurang Mampu

Tutor sebaya membantu siswa yang kurang mampu dengan memberikan bimbingan dan pengetahuan yang lebih tinggi, sehingga meningkatkan kemampuan siswa yang kurang mampu.

5. Meningkatkan Keterlibatan dan Kesamaan Kesempatan

Peer Teaching menekankan pada kesamaan dalam kesempatan, saling membantu, berbagi tujuan, saling bekerja sama dan kohesi kelompok, sehingga meningkatkan keterlibatan siswa dan kesamaan kesempatan.

Langkah Menerapkan Pembelajaran Peer Teaching

Berikut adalah langkah-langkah menerapkan pembelajaran Peer Teaching yaitu sebagai berikut:

1. Pengorganisasian Kelompok

Siswa dibagi menjadi kelompok untuk memahami materi dan berbagi pengetahuan.

2. Penggunaan Bahan Ajar

Bahan ajar yang relevan digunakan untuk memahami materi dan berbagi pengetahuan.

3. Pengawasan dan Evaluasi

Proses belajar dan hasil belajar siswa diperiksa dan dievaluasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

4. Pengembangan Kemampuan

Tutor sebaya membantu siswa yang kurang mampu dengan memberikan bimbingan dan pengetahuan yang lebih tinggi, sehingga meningkatkan kemampuan siswa yang kurang mampu.

5. Meningkatkan Keterlibatan

Peer Teaching meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar-mengajar, membuat mereka lebih aktif dan terlibat.

6. Membangun Keterampilan Komunikasi

Peer Teaching meningkatkan kemampuan berkomunikasi siswa, baik dalam berbagi pengetahuan maupun dalam memecahkan masalah bersama-sama.

7. Meningkatkan Hasil Belajar

Peer Teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa, terutama pada mata pelajaran yang memerlukan kemampuan berkomunikasi dan problem-solving.

Contoh Pembelajaran Peer Teaching

Berikut adalah contoh penerapan pembelajaran Peer Teaching:

- Penerapan Peer Teaching dalam Kelas Belajar Sistem Pencatatan Persediaan XI Akuntansi dan Keuangan di SMKS Kasih Maitreya Selatpanjang

  • Siswa dibagi menjadi kelompok untuk memahami materi dan berbagi pengetahuan.
  • Siswa yang memiliki pemahaman yang lebih baik tentang suatu konsep atau pelajaran membantu siswa lain yang mungkin menghadapi kesulitan.
  • Kegiatan pembelajaran ini dapat meningkatkan interaksi siswa dalam proses kegiatan belajar, menguatkan pemahaman siswa, serta membagun rasa percaya diri siswa dalam proses kegiatan pembelajaran.

- Penerapan Peer Teaching sebagai Metode Pembelajaran Kolaboratif

  • Siswa saling bekerja sama untuk mengajar satu sama lain dalam proses kegiatan belajar.
  • Siswa yang memiliki pemahaman yang lebih baik tentang suatu konsep atau pelajaran membantu siswa lain yang mungkin menghadapi kesulitan.
  • Kegiatan pembelajaran ini dapat meningkatkan interaksi siswa dalam proses kegiatan belajar, menguatkan pemahaman siswa, serta membagun rasa percaya diri siswa dalam proses kegiatan pembelajara

- Penerapan Peer Teaching untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X pada Mata Pelajaran Dasar dan Pengukuran Listrik di SMK N Nusawungu

  • Siswa dibagi menjadi kelompok berdasarkan nilai tertinggi.
  • Siswa yang memiliki nilai tertinggi membantu siswa lain dalam memahami materi.
  • Hal ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan problem-solving.

Kelebihan Pembelajaran Peer Teaching

Adapun kelebihan dari pembelajaran Peer Teaching yaitu sebagai berikut:

1. Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Berkomunikasi

Melalui pembelajaran Peer Teaching kemampuan siswa dalam berkomunikasi dapat semakin meningkat. Hal ini dikarenakan proses kegiatan belajar yang dilalui melibatkan siswa untuk berbagi pengetahuan dan ide dengan teman sekelasnya.

2. Meningkatkan Kemampuan Problem-Solving Siswa

Dengan menerapkan pembelajaran Peer Teaching, kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah akan semakin meningkat.

3. Meningkatkan Kemampuan Siswa untuk Berbagi Pengetahuan

Peer Teaching memungkinkan siswa untuk berbagi pengetahuan dan ide dengan teman sekelasnya, meningkatkan kemampuan berbagi pengetahuan.

4. Meningkatkan Kemampuan Self-Confidence

Peer Teaching memungkinkan siswa untuk menjadi guru bagi teman sekelasnya, meningkatkan kemampuan self-confidence.

5. Meningkatkan Keterlibatan

Peer Teaching meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar-mengajar, membuat mereka lebih aktif dan terlibat.

6. Meningkatkan Hasil Belajar

Peer Teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa, terutama pada mata pelajaran yang memerlukan kemampuan berkomunikasi dan problem-solving.

7. Membangun Keterampilan Komunikasi

Peer Teaching meningkatkan kemampuan berkomunikasi siswa, baik dalam berbagi pengetahuan maupun dalam memecahkan masalah bersama-sama.

8. Meningkatkan Kemampuan Kreatif

Peer Teaching memungkinkan siswa untuk berbagi ide dan kreativitas dengan teman sekelasnya, meningkatkan kemampuan kreatif.

Kekurangan Pembelajaran Peer Teaching

Adapun kekurangan dari pembelajaran Peer Teaching yaitu sebagai berikut:

1. Kurangnya Aktivitas Siswa

Kegiatan belajar dengan menggunakan metode Peer Teaching dapat berlangsung kurang aktif, beberapa siswa kurang aktif dalam berpartisipasi.

2. Kurangnya Pengawasan

Dalam Peer Teaching, guru tidak langsung mengawasi siswa, sehingga siswa dapat mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran.

3. Kurangnya Bahan Ajar

Peer Teaching tidak selalu memerlukan bahan ajar yang spesifik, sehingga siswa dapat mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran.

4. Kurangnya Evaluasi

Peer Teaching tidak selalu dilakukan evaluasi yang jelas, sehingga siswa tidak dapat mengetahui hasil belajar mereka.

Pentingnya Mengajarkan Mitigasi Bencana Alam kepada Murid
mitigasi bencana alam adalah upaya yang dilakukan masyarakat untuk mengurangi dampak dan risiko yang ditimbulkan karena adanya bencana alam

5. Kurangnya Pengembangan Kemampuan

Peer Teaching tidak selalu memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan mereka secara optimal, sehingga siswa dapat mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran.

6. Kurangnya Keterlibatan

Peer Teaching tidak selalu memungkinkan siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses belajar, sehingga siswa dapat mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran.

7. Kurangnya Hasil Belajar

Peer Teaching tidak selalu memberikan hasil belajar yang signifikan, sehingga siswa dapat mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran.

8. Kurangnya Kemampuan Kreatif

Peer Teaching tidak selalu memungkinkan siswa untuk berbagi ide dan kreativitas dengan teman sekelasnya, sehingga siswa dapat mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran.

Demikianlah penjelasan mengenai metode dan model pembelajaran Peer Teaching. Semoga bermanfaat!