Lingkungan yang Menumbuhkembangkan Kepemimpinan Murid

Kurikulum Merdeka menjadi acuan proses pendidikan di Indonesia saat ini. Kurikulum ini berangkat dari inisiatif Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim atau yang akrab disapa Mas Menteri. Mas Menteri prihatin akan ketertinggalan pendidikan di Indonesia pasca pandemi COVID-19. Tak bisa dipungkiri, pandemi membuat pendidikan di Indonesia sedikit tertinggal. Bahkan beberapa ahli menyebutnya learning loss.

Lalu, apa keistimewaan Kurikulum Merdeka ini dibandingkan kurikulum yang pernah ada sebelumnya? Mengapa kurikulum ini dianggap sebagai solusi dalam mengatasi learning loss di Indonesia ini?

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang berfokus pada pemberian materi esensial agar murid diharapkan memiliki cukup waktu dalam memahami pelajaran dan mengembangkan potensinya. Kurikulum Merdeka juga memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar sesuai minat dan bakatnya masing-masing. Selain itu, Kurikulum Merdeka juga melakukakan pengembangan karakter murid. Karakter murid dalam Kurikulum Merdeka mengacu pada pembentukan Profil Pelajar Pancasila.

Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka ini diusung dalam semangat merdeka belajar dan berfokus pada murid. Oleh karena itu, Kurikulum Merdeka juga memfokuskan perhatian kepada pengembangan kepemimpinan murid. Pasalnya, tanpa adanya kepemimpinan murid, semangat merdeka belajar tak akan terlaksana.

Tentunya, kepemimpinan murid tidak tumbuh begitu saja. Perlu lingkungan yang kondusif dalam menumbuhkan kepemimpinan murid tersebut. Tulisan ini selanjutnya akan membahas bagaimana lingkungan yang menumbuhkan kepemimpinan murid itu.

Kepemimpinan Murid

sumber: https://www.pexels.com/

Sebelum membahas bagaimana lingkungan yang menumbuhkembangkan kepemimpinan murid, mari kita bahas terlebih dahulu konsep kepemimpinan murid itu sendiri. Kepemimpinan murid atau yang juga disebut sebagai student agency ini berangkat dari pemikiran Albert Bandura.

Menurut Albert Bandura dalam artikelnya yang berjudul Toward a Psychology of Human Agency (2006), seseorang yang memiliki agency (agen). Artinya, individu tersebut secara sengaja mempengaruhi fungsi dan kondisi hidupnya. Pilihan pribadi individu bisa mempengaruhi struktur sosialnya.

Seorang murid dikatakan memiliki student agency apabila mereka mampu mengarahkan pembelajarannya sendiri, membuat pilihan-pilihan belajarnya, menyuarakan pendapatnya, mengajukan pertanyan, mengungkapkan rasa ingin tahu yang dimiliki, berpartisipasi dan berkontribusi pada komunitas belajarnya, mengomunikasikan pemahaman yang dimiliki kepada orang lain, serta melakukan aksi nyata hasil dari proses belajarnya.

Dalam penerapannya, kepemimpinan murid memiliki 3 komponen utama, yaitu suara (voice), pilihan (choice), dan kepemilikan (ownership). Suara (voice) adalah ide atau gagasan yang ditunjukkan kepada murid saat mereka terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran di kelas, sekolah, komunitas, maupun sistem pendidikan di sekitarnya. Pada kesempatan ini, murid berkontribusi dalam proses pengambilan keputusan dan mempengaruhi keputusan tersebut.

Pilihan (choice) adalah kesempatan yang akan diberikan kepada murid untuk memiliki peluang-peluang dalam ranah kegiatan pembelajaran, sosial, maupun lingkungan. Sementara itu, yang dimaksud dalam komponen kepemilikan (ownership) adalah menunjukkan bahwa murid bisa merasakan bahwa mereka telah terlibat aktif dalam proses pembelajaran di kelas.

Kesimpulannya, konsep kepemimpinan murid memiliki makna sebagai berikut.

  1. Murid memiliki kepemilikan dan tanggung jawab atas kegiatan pembelajarannya sendiri.
  2. Murid memiliki inisiatif dan dan pilihan atas apa yang akan mereka pelajari, bagaimana cara mereka belajar, hingga bagaimana mengatur proses kegiatan belajarnya.
  3. Murid mampu memilih arah dan cara dalam mencapai tujuan belajarnya.
  4. Guru bisa membantu mendorong dan mengembangkan kepemimpinan murid.

Lingkungan yang Menumbuhkembangkan Kepemimpinan Murid

sumber: https://www.pexels.com/

Mendidik murid diibaratkan menanam padi. Setidaknya itulah metafora yang diungkapkan Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara. Bagaimana agar padi tumbuh dengan baik, adalah dengan bergantung pada tempat padi itu tumbuh. Begitu juga dengan menumbuhkan kepemimpinan murid, mereka tentu perlu dukungan dari lingkungan yang kondusif dan mendukung tumbuhnya jiwa kepemimpinan.

Berangkat dari panduan Program Guru Penggerak yang diambil dari filosofi Ki Hajar Dewantara, ada tujuh lingkungan yang dianggap bisa menumbuhkan kepemimpinan murid. Hal tersebut ialah sebagai berikut.

1. Lingkungan yang Memberikan Kesempatan pada Murid untuk Berpikir Positif serta Menggunakan Emosi yang Positif

Kedua hal ini nantinya bisa mendorong murid untuk memberikan pengaruh yang positif pula kepada dirinya, orang lain, maupun lingkungan di sekitarnya. Bagaimana murid bisa memiliki pola pikir dan emosi positif ini akan tumbuh jika murid merasa aman dan nyaman saat belajar. Lingkungan belajarnya memberikan rasa aman sehingga murid bisa menunjukkan kegembiraan, mengembangkan keterampilan inkuiri, pandai bersyukur, dan bisa saling memberikan apresiasi.

2. Lingkungan yang Mengembangkan Kemampuan Berinteraksi secara Positif, Arif, dan Bijaksana

Melalui lingkungan seperti ini, sekolah akan memiliki atmosfer yang positif pula. Hubungan antara murid, guru, orang tua, maupun stakeholders sekolah lainnya akan terjalin baik dan memberikan kesempatan untuk bisa saling berkontribusi.

3. Lingkungan yang Memberikan Pelatihan Keterampilan pada Murid

Lingkungan yang mendukung berperan agar murid bisa mencapai prestasi akademis maupun nonakademisnya. Dari lingkungan seperti ini, murid akan belajar bagaimana ketekunan dan kerja keras itu sangat dibutuhkan. Murid akan belajar secara maksimal. Mereka dapat melihat sejauh mana usaha yang telah dilakukan. Selain itu, mereka akan mengerjakan tugasnya dengan mandiri, memahami materi belajarnya, dan memiliki kecakapan sehingga mampu mencapai tujuan belajarnya.

4. Lingkungan yang Memberikan Pelatihan pada Murid

Pelatihan yang diberikan kepada murid sangat berguna untuk membantu mereka dalam mengenali potensi yang ada pada dirinya. Pada lingkungan ini, murid diberikan pemahaman bahwa dia adalah bagian dari hal yang lebih besar di luar dirinya. Murid bisa menerapkan dan menggunakan potensinya untuk menebarkan manfaat bagi sekitarnya dalam konteks yang berbeda-beda.

5. Lingkungan yang Bisa Membuka Wawasan Murid

Murid yang memiliki wawasan luas memiliki kemampuan untuk menentukan dan menindaklanjuti tujuan, harapan, ataupun impiannya yang bisa memberikan manfaat pada dirinya, orang lain, maupun lingkungan di sekitarnya. Caranya adalah dengan memberikan kesempatan pada murid untuk belajar di masyarakat. Aturlah agar murid memberikan kontribusi pada kegiatan masyarakat di sekitarnya. Pada akhirnya, murid akan memiliki rasa kemanusiaan, kepedulian, dan cinta kasih pada sesamanya.

6. Lingkungan Memiliki Komitmen untuk Menempatkan Murid sebagai Pusat Pembelajaran

Murid memiliki peran yang aktif dan partisipatif dalam pembelajaran. Lingkungan seperti ini akan memberikan berbagai kegiatan belajar yang menarik, menantang, sekaligus bermakna. Dengan demikian, dalam proses belajar, murid akan bergembira. Pembelajaran pun berlangsung dengan menyenangkan dan bermakna.

Teknik Menyusun Kurikulum yang Efektif dan Efisien
Kurikulum Merdeka merupakan solusi nyata untuk mengubah sistem pendidikan di Indonesia serta memulihkan pembelajaran dan mengatasi persoalan pendidikan

7. Lingkungan yang Menumbuhkan Daya Lenting dan Ketangguhan Murid agar Terus Semangat

Lingkungan ini akan mendorong murid untuk tidak takut dalam mengambil tantangan, memiliki jiwa besar, serta mampu untuk terus bangkit kembali. Pada lingkungan ini, murid akan melihat kegagalan sebagai sebuah kesuksesan yang tertunda. Mereka bisa belajar dari kegagalan yang dialami, untuk bangkit menjadi lebih baik lagi.

Kepemimpinan murid adalah hal yang sangat penting diwujudkan untuk mendukung tujuan Kurikulum Merdeka. Melalui kepemimpinan murid ini, murid akan bisa belajar secara merdeka. Oleh karena itu, mereka butuh peran dari guru. Guru berperan dalam menciptakan lingkungan yang menumbuhkembangkan kepemimpinan murid.

Mengatasi Kesulitan Calon Pendidik dalam Mengembangkan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka
Perangkat ajar dalam kurikulum Merdeka mempunyai sistematika penulisan yang sesuai dengan panduan pembelajaran serta asesmen dan komponen dalam perangkat ajar

Demikian artikel tentang lingkungan yang menumbuhkembangkan kepemimpinan murid. Semoga artikel ini bisa membantu Anda dalam memahami lingkungan yang menumbuhkembangkan kepemimpinan murid.