Kelebihan dan Kekurangan Soal Pilihan Ganda

Seorang guru tak hanya bertugas menyampaikan materi di depan kelas saja. Guru juga bertugas melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran yang dilakukan. Tugas evaluasi ini dilakukan guru dengan membuat soal-soal bagi murid-muridnya. Soal-soal tersebut biasanya untuk ulangan harian, ulangan tengah semester hingga ulangan akhir semester.

Bentuk soal yang dibuat pun beragam. Mulai dari soal pilihan ganda hingga uraian. Berbicara tentang soal pilihan ganda, bisa dibilang soal bentuk inilah yang sering dibuat oleh guru. Mengapa para guru lebih sering menggunakan soal pilihan ganda ini? Apa keuntungan dan kekurangan soal pilihan ganda ini?

Pengertian Soal Pilihan Ganda

sumber: https://www.pexels.com/

Soal pilihan ganda disebut juga sebagai tes obyektif. Menurut Hidayat, dkk. (1994:63) tes objektif adalah tes yang terdiri dari item-item yang dapat dijawab dengan jalan memilih salah satu alternatif (option) yang benar dan alternatif yang tersedia atau mengisi jawaban yang benar dengan beberapa kata atau sandi.

Sesuai dengan namanya, tes objektif adalah tes yang penilaiannya dilakukan secara objektif. Artinya, siapa pun yang mengoreksi jawaban tes objektif hasilnya akan sama karena kunci jawabannya sudah jelas dan pasti.

Penggunaan tes obektif atau soal pilihan ganda ini biasanya adalah untuk mengatasi kelemahan tes yang berbentuk uraian. Tes uraian terbatas jumlah soalnya, tidak bisa banyak. Sedangkan untuk soal pilihan ganda jumlahnya bisa hingga 40 butir.

Melalui soal pilihan ganda ini, murid-murid bisa memilih salah satu jawaban yang telah disediakan. Soal pilihan ganda adalah jenis soal yang dianggap mudah bagi murid-murid. Tidak memerlukan analisis yang mendalam seperti saat harus mengerjakan soal dalam bentuk uraian.

Macam-Macam Soal Pilihan Ganda

Soal pilihan ganda ini memiliki bentuknya ada bermacam-macam. Guru bisa memilih mau menggunakan bentuk yang mana, disesuaikan dengan kebutuhan tes masing-masing.

Berikut adalah macam-macam soal pilihan ganda :

1. Pilihan Ganda (Multiple Choice)

Tes pilihan ganda (multiple choice) adalah bentuk yang paling umum dalam pembuatan tes objektif atau soal pilihan ganda. Pada soal bentuk ini, murid-murid diminta memilih salah satu jawaban diantara beberapa jawaban yang telah disediakan.

2. Benar atau Salah

Terkadang soal pilihan ganda juga berbentuk pilihan benar atau salah. Murid-murid diminta menjawab atas pernyataan yang ada. Apakah pernyataan tersebut benar atau salah. Bentuk soal ini biasanya bertujuan untuk mengajak murid untuk membedakan antara fakta dan opini. Dengan begitu, guru bisa tahu sejauh mana murid-murid memahami materi yang telah disampaikan.

Berikut adalah salah satu contoh soal pilihan ganda Benar atau Salah (B-S) :

Benar (B) – Salah (S) : Marah Rusli adalah penulis dari novel Siti Nurbaya

Benar (B) – Salah (S) : Salah satu tokoh yang ada di dalam novel Siti Nurbaya bernama Datuk Maringgih

3. Menjodohkan

Soal pilihan ganda ada yang berbentuk menjodohkan (matching test). Soal pilihan ganda berbentuk menjodohkan ini adalah terdiri atas satu seri pertanyaan dan satu seri jawaban. Setiap pertanyaan memiliki jawaban yang tercantum di dalam seri jawaban. Tugas seorang siswa nantinya akan mencari dan menempatkan jawaban-jawaban yang sesuai atau cocok dengan pertanyaannya.

Soal pilihan ganda dalam bentuk menjodohkan ini terdiri atas kumpulan soal dan kumpulan jawaban yang keduanya dikumpulkan pada dua kolom yang berbeda. Jumlah pilihan jawaban dibuat lebih banyak daripada jumlah soal.

Bentuk soal seperti ini bertujuan untuk mencari tahu sejauh mana pemahaman murid terhadap informasi atas pelajaran yang telah diberikan. Juga mengetahui hubungan antar informasi dalam bentuk sederhana.

Kapan Menggunakan Soal Pilihan Ganda

sumber: https://www.pexels.com/

Sebenarnya tidak semua tes cocok dilakukan dalam bentuk soal pilihan ganda. Soal pilihan ganda akan terasa tepat digunakan saat :

1. Kelompok yang dites banyak

2. Tes dilakukan berulang kali

3. Hasil skor yang didapat bisa dipercaya (memiliki reabilitas yang tinggi)

4. Guru memiliki kemammapuan yang lebih tinggi saat menyusun soal pilihan ganda dibandingkan dengan soal uraian

5. Guru memiliki waktu yang sedikit dalam melakukan evaluasi

Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan Guru dalam Membuat Soal Pilihan Ganda

Saat akan membuat evaluasi belajar dalam bentuk soal pilihan ganda, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh guru, seperti :

  1. Buat butir-butir soal berdasarkan indikator yang telah ditetapkan
  2. Pastikan hanya ada satu jawaban yang benar dalam pilihan jawaban yang disediakan
  3. Buat pengecoh jawaban yang homogen dan berfungsi

Keuntungan dan Kekurangan Soal Pilihan Ganda

Sebagaimana bentuk soal lainnya, soal pilihan ganda ini juga punya keuntungan dan kekurangan.

Penilaian Pembelajaran Berbasis Proyek Saat PJJ
PJJ bukanlah halangan untuk melakukan kegiatan pembelajaran yang kreatif dan inovatif, seperti pembelajaran berbasis proyek.

Berikut adalah beberapa keuntungan dari membuat soal pilihan ganda, yaitu :

  • Soal pilihan ganda bisa menampilkan lingkup materi yang luas. Jadi bisa mewakili materi pelajaran yang telah diberikan dengan representatif yang lebih tinggi.
  • Memiliki tingkat validitas yang tinggi.
  • Sistem skoring dan penilaian bisa dilakukan secara cepat.
  • Penilaian yang dilakukan juga lebih mudah dan objektif.
  • Bisa melakukan tes dengan jumlah yang banyak.
  • Tes bisa dilakukan dalam cakupan wilayah yang luas, secara nasional seperti saat UNBK.
  • Pengerjaan soal lebih mudah bagi siswa.
  • Soal pilihan ganda ini lebih mudah jika dilakukan tes secara online.
  • Menjangkau semua materi yang telah diajarkan.
  • Mudah dianalisa.
  • Penilaian bisa menggunakan software tertentu sehingga bisa lebih cepat.
  • Soal bisa dirumuskan dengan jelas.
  • Dapat mengukur tingkat kemampuan siswa sesuai dengan domain yang telah dikehendaki, yaitu sesuai dengan tingkat kesukaran soal.
  • Soal tidak bergantung pada soal-soal sebelumnya.
  • Penyusunan soal bisa bervariasi namun menggunakan indikator yang sama.
  • Soal bisa dijawab dengan waktu yang singkat.
  • Dalam satu kali tes, bisa dibuat banyak soal.

Kekurangan Soal Pilihan Ganda

Sedangkan kekurangan penggunaan soal pilihan ganda adalah :

  • Pembuatan soal biasanya membutuhkan waktu yang lama.
  • Terkadang kesulitan menentukan pengecoh jawaban.
  • Terkadang murid bisa menjawab dengan spekulatif.
  • Jumlah jawaban yang benar belum tentu bisa mencerminkan pemahaman siswa terhadap materi yang diujikan.
  • Bila dibuat ujian secara pararel, soal pilihan ganda rentan bocor.
  • Jawaban mudah ditebak oleh siswa.
  • Guru tidak bisa mengetahui proses siswa dalam menjawab soal.
  • Rentan kecurangan, siswa lebih bisa saling bertukar jawaban dengan soal pilihan ganda ini.
  • Kurang bisa mengembangkan kemmapuan berpikir siswa.
  • Tidak bisa melatih siswa untuk berpikir secara analitik.
  • Bila soal yang diberikan panjang dengan banyak butir, maka akan menghabiskan banyak waktu dalam pengerjaannya.
  • Membuat siswa cenderung menghapal materi pelajaran dibandingkan memahami materi secara mendalam.
Penerapan Student Centered Learning selama KBM Online
Student centered learning adalah sebuah metode pembelajaran yang berpusat pada siswa.
  • Tidak semua mata pelajaran cocok dalam menggunakan tes bentuk soal pilihan ganda ini.
  • Hanya mampu mengetahui kemampuan kogntif siswa.
  • Tidak bisa melatih siswa membuat opini dari pemahaman materi yang diterimanya.

Demikian adalah keuntungan dan kerugian soal pilihan ganda. Dengan mengetahui keuntungan dan kekurangan soal pilihan ganda ini semoga guru bisa memilih kapan saat yang tepat dalam membuat soal dalam bentuk pilihan ganda. Soal pilihan ganda bisa digunakan dengan baik, apabila sesuai dengan tujuan tes yang telah ditetapkan.