7 Tips Menjadi Guru yang Siap Menghadapi Era Disrupsi Pembelajaran

teaching 13 Agt 2021

Saat ini setiap manusia harus memiliki daya saing yang cukup tinggi untuk bisa beradaptasi dengan perkembangan dan kemajuan dunia. Seperti yang kita ketahui bahwa banyak sekali tantangan yang kita temui dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, saat ini para pendidik tidak hanya fokus dalam mengembangkan dan meningkatkan kemampuan akademik siswa saja, tetapi juga dalam kreativitas siswa, kemampuan komunikasi siswa, dan juga perilaku siswa.

Selain itu, saat ini para pendidik harus mempersiapkan diri dalam menghadapi era disrupsi. Pada kesempatan ini, kita akan membahas beberapa tips dalam menghadapi era disrupsi yang dapat dilakukan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar.

Sebelum membahas beberapa tips tersebut, apakah Anda tahu apa yang dimaksud dengan era disrupsi? Disrupsi merupakan suatu gangguan yang dapat mengakibatkan suatu industri atau bidang tidak bisa berjalan seperti biasanya. Hal ini dapat terjadi karena munculnya para kompetitor yang memiliki inovasi-inovasi baru yang jauh lebih efektif dan juga efisien. Selain itu, dengan adanya penemuan teknologi baru dan perkembangan-perkembangan inovasi yang sudah ada sebelumnya dapat mengubah suatu bidang, seperti dalam dunia pendidikan dan juga bisnis.

Revolusi digital dan era disrupsi teknologi adalah istilah lain dari industri 4.0, karena terjadinya proliferasi komputer dan otomatisasi pencatatan yang terjadi pada semua bidang. Oleh karena itu, dalam menghadapi era disrupsi atau revolusi industri 4.0 dibutuhkan pendidikan yang dapat membentuk generasi muda yang bisa berpikir kreatif, inovatif, dan juga memiliki jiwa kompetitif yang tinggi. Selain itu, saat ini Indonesia juga membutuhkan SDM yang berwawasan luas, unggul, profesional, memiliki pandangan jauh untuk bisa sukses dan jeli terhadap perkembangan dunia, dan juga memiliki sikap yang percaya diri.

Hal ini dapat terjadi karena Indonesia saat ini sudah memasuki era globalisasi pada abad ke-21, di mana pendidikan yang ada di Indonesia sedang mengalami tantangan besar. Dengan banyaknya rintangan dan tantangan yang terjadi karena adanya era disrupsi menjadikan dunia pendidikan menjadi lebih sulit dalam beradaptasi, dan situasi ini kerap kali dialami oleh para pendidik yang mengajar dan tinggal di daerah pedalaman.

Keuntungan Era Disrupsi

Ada beberapa keuntungan atau manfaat dari era disrupsi, yaitu

1. Inovasi Tanpa Akhir

Dengan adanya era disrupsi ini, kita dituntut untuk bisa menemukan inovasi-inovasi yang dapat meningkatkan dan mengembangkan dunia pendidikan di Indonesia. Inovasi yang diberikan bisa seperti metode belajar yang lebih efektif dan efisien, tetapi tetap unik dan meningkatkan motivasi siswa dalam belajar, media pembelajaran yang dapat membantu kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran, bahan ajar yang terbaru dan bisa diterapkan dengan baik kepada siswa, dan lain sebagainya.

2. Solusi atau Kunci Jawaban terhadap Permasalahan Saat Ini

Kemajuan teknologi adalah solusi atau kunci jawaban dari setiap permasalahan yang saat ini kita hadapi. Misalnya pada situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini, dengan adanya kemajuan teknologi dan informasi, kegiatan belajar siswa masih bisa berjalan dengan baik dan begitu juga dengan aspek-aspek kebutuhan hidup yang lain, seperti dalam dunia pendidikan, ekonomi, dan lain sebagainya.

3. Kemudahan-Kemudahan yang Mudah Didapatkan

Selain itu, dengan adanya era disrupsi, tanpa kita sadari bahwa saat ini kita dipermudahkan dalam menjalani rutinitas. Misalnya saja seperti ingin pergi ke suatu daerah yang masih belum kita ketahui secara pasti, dengan adanya inovasi dan kemajuan teknologi, kita bisa lebih mudah dalam mendapatkan alamat tersebut. Jika dihadapkan dengan zaman sebelumnya di mana teknologi dan informasi tidak secanggih saat ini, tentu saja berbeda dan kita harus lega karena situasi saat ini tidak sesulit dulu.

4. Bersaing dengan Dunia

Era disrupsi juga menjadi gerbang dari persaingan di dunia. Inovasi terbaru, kemajuan teknologi, tentu saja seluruh negara ingin memberikan yang terbaik. Oleh karena itu, para pendidik berperan penting dalam mendidik siswanya untuk mampu berpikir kritis, kreatif, dan aktif dalam mengikuti kegiatan belajar di dalam sekolah ataupun luar sekolah yang dapat membantu mereka untuk meng-upgrade diri menjadi lebih baik lagi.

8 Cara Mencetak Siswa Yang Adaptif, Kreatif, dan Inovatif
Strategi pembelajaran kreatif dan menarik harus dimiliki oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran dan membuat perubahan baik pada diri siswa.

7 Tips Menjadi Guru yang Siap Menghadapi Era Disrupsi Pembelajaran

Ada beberapa tips dalam menghadapi era disrupsi yang dapat dilakukan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar, berikut penjelasannya.

1. Peka terhadap Informasi Terbaru

Hal pertama yang harus Anda siapkan dalam menghadapi era disrupsi yaitu Anda harus peka terhadap informasi terbaru dan perkembangan dunia pendidikan. Untuk mengetahui informasi tersebut, Anda bisa membacanya lewat laman artikel pendidikan  yang ada di internet atau tergabung dalam suatu komunitas guru yang membahas tentang dunia pendidikan.

2. Berani Menciptakan Inovasi Baru

Tips selanjutnya yang harus disiapkan oleh setiap guru untuk bisa menghadapi era disrupsi yaitu memiliki sikap berani dalam menciptakan inovasi baru. Inovasi yang akan Anda ciptakan dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas atau dijadikan sebagai bahan penelitian oleh para pendidik yang ada di Indonesia. Dengan begitu, selain dapat membantu Anda dalam mengatasi masalah, inovasi yang telah Anda buat juga bisa dijadikan referensi untuk setiap pendidik yang mengalami permasalahan yang sama dengan Anda.

3. Melakukan Kolaborasi

Selain itu Anda juga harus berani melakukan kolaborasi untuk menciptakan inovasi baru. Misalnya dalam kegiatan pembelajaran Matematika, Anda bisa melibatkan pelajaran Seni Budaya supaya pembelajaran Matematika jadi lebih menarik, asik, dan seru dipelajari. Selain itu, motivasi siswa semakin meningkat dan kemampuan akademiknya juga akan semakin berkembang dengan baik.

4. Mengubah Pola Pikir

Salah satu tips penting untuk bisa menghadapi era disrupsi yaitu dengan cara mengubah pola pikir. Pada umumnya, pola pikir kerap kali mengambil alih kapasitas seseorang dalam mengambil kesimpulan dan memecahkan suatu permasalahan. Oleh karena itu, untuk menjadi guru yang siap menghadapi era disrupsi maka Anda harus bisa mengubah pola pikir yang lebih kritis dan juga kreatif.

5. Mengetahui dan Berani Menanggung Risiko

Hal lain yang harus Anda lakukan yaitu berani menciptakan inovasi. Anda juga harus mengetahui risiko yang akan Anda dapatkan nantinya, begitu juga dengan reward. Akan tetapi jika inovasi atau hasil kerja yang telah Anda hasilkan memberikan dampak atau risiko negatif, maka Anda harus tetap berani menanggungnya.

6. Memanfaatkan Teknologi

Untuk menghadapi era disrupsi, Anda harus melibatkan kemajuan teknologi supaya tidak mengalami ketertinggalan. Misalnya, dalam membuat media pembelajaran Anda bisa memanfaatkan teknologi sebagai media dan bahan ajar di kelas.

Tips Membangun Interaksi Pembelajaran yang Memperhatikan Aspek Sosial dan Emosional
Dalam proses pembelajaran melibatkan interaksi antara guru dan siswa. Interaksi yang baik membuat proses pembelajaran lebih bermakna dan efektif

7. Jangan Pernah Merasa Puas

Ada kalanya kita merasa puas dengan hasil kerja yang telah dilakukan. Namun, ada saatnya pula dengan rasa puas itu seseorang bisa berhenti karena sudah merasa cukup dan tidak ingin menggali lebih dalam lagi potensi yang mereka miliki. Oleh karena itu, ada baiknya ketika Anda telah berhasil memperoleh dan menciptakan sesuatu, jangan langsung merasa puas, tetap gali potensi yang Anda miliki dan ciptakanlah inovasi baru lagi.

Demikianlah penjelasan mengenai era disrupsi serta penjelasan mengenai beberapa tips dalam menghadapi era disrupsi yang dapat dilakukan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar. Seperti yang telah Anda baca sebelumnya, inovasi dan sikap berani adalah kunci utama yang harus setiap guru miliki untuk menghadapi era disrupsi ini. Selain itu, Anda juga harus mau belajar dan memiliki wawasan yang luas supaya tidak mengalami ketertinggalan dalam mengejar perkembangan dunia pendidikan yang semakin pesat.

Agnes Meilina

Gemar membaca buku dan menulis di malam hari.

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.