7 Manfaat Pembelajaran Bermakna

Apakah Anda pernah mendengar istilah pembelajaran bermakna (meaningfull learning)? Pembelajaran bermakna adalah proses kegiatan belajar yang menyenangkan dan meningkatkan kemampuan siswa dalam mengetahui segenap informasi secara utuh. Pembelajaran bermakna merupakan proses dikaitkannya informasi terhadap konsep relevan yang ada pada struktur kognitif seseorang.

Belajar sendiri merupakan proses perubahan tingkah laku, seperti pengetahuan, sikap serta keterampilan. Perubahan ini terjadi pada seseorang dan membawa pengaruh positif, serta bersifat menetap dalam tingkah laku sebagai hasil dari latihan atau pengalaman. Dalam penerapannya, kegiatan pembelajaran bermakna ini dapat dilakukan di lingkungan belajar yang nyaman dan mampu memberikan rasa aman kepada siswa.

Menurut David Ausubel (1963), seorang ahli psikologi pendidikan mengatakan bahwa materi pembelajaran yang diberikan kepada siswa harus "bermakna". Menurutnya pembelajaran bermakna adalah proses belajar yang mengaitkan informasi baru pada konsep relevan dalam struktur kognitif seseorang seperti fakta-fakta, konsep dan generalisasi yang dipelajari siswa.

Setidaknya terdapat 3 faktor yang bisa mempengaruhi kebermaknaan suatu pembelajaran, yaitu struktur kognitif, stabilitas serta kejelasan pengetahuan dalam bidang studi tertentu dan waktu tertentu.

Dalam hal ini, Dahar (1996) juga mengutarakan 2 prasyarat terjadinya proses pembelajaran bermakna, yaitu:

  1. Materi yang akan dipelajari oleh siswa harus bermakna secara potensial.
  2. Siswa yang akan belajar harus diarahkan pada tujuan belajar bermakna.

Tak sampai di situ, kebermaknaan potensial materi pelajaran juga didasari oleh dua faktor, pertama, materi tersebut harus memiliki arti makna yang logis dan kedua, gagasan yang relevan harus ada dalam struktur kognitif siswa.

8 Tips Mengajarkan Anak Memilah Sampah yang Bisa Diolah dan Tidak
sampah dapat dibagi menjadi beberapa jenis, seperti berdasarkan sumbernya, berdasarkan sifatnya, dan berdasarkan bentuknya

Proses pembelajaran bermakna tentu memberikan banyak manfaat untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi siswa dalam belajar. Dalam hal ini, proses belajar bukan sekedar menghafal konsep atau fakta belaka, melainkan menghubungkan atau mengaitkan konsep tersebut dalam kehidupan nyata untuk menghasilkan pemahaman yang utuh, sehingga siswa dapat memahami pelajaran dengan baik serta tidak mudah melupakan materi tersebut.

7 Manfaat Pembelajaran Bermakna

sumber: https://www.pexels.com/

Untuk bisa menciptakan kegiatan pembelajaran bermakna guru harus terus berusaha mengetahui serta menggali konsep yang sudah diketahui siswa dan membantu memadukannya dengan pengetahuan baru yang akan diajarkan. Dengan begitu karena siswa bisa mengalami langsung mu yang dipelajari dan lebih aktif, dibandingkan hanya mendengarkan guru berceramah atau menjelaskan.

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut 7 manfaat pembelajaran bermakna, yaitu:

1. Proses Belajar Tidak Sekadar Menghafal Saja

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya bahwa proses belajar bermakna (meaningful learning), belajar tidak hanya sekadar menghafal konsep-konsep atau fakta saja. Proses belajar seharusnya merupakan kegiatan menghubungkan konsep-konsep untuk menghasilkan pengalaman yang utuh.

Konsep belajar harus bisa dipahami secara baik dan tidak mudah dilupakan, bukan sekadar hafalan yang langsung dilupakan setelah pelaksanaan ujian.

Menurut David Ausubel dalam Yusuf, dkk (1993: 49), “belajar bermakna adalah pengkombinasian materi baru dengan materi yang telah diketahui dalam suatu struktur kognitif,” di sini artinya materi akan tersampaikan lebih bermakna dan lebih kaya kepada siswa.

Konsep yang telah memiliki kadar belajar bermakna adalah sekaligus memiliki kadar kebermaknaan logis dan psikologis. Dengan kata lain, materi dengan kadar kebermaknaan logis dan juga psikologis akan membawa siswa ke arah terimplementasinya belajar bermakna.

Siswa yang paham materi dan konsep akan lebih mudah memahami materi dan menghafal dengan baik, namun siswa yang menghafal materi belum tentu memahami konsepnya. Meskipun antara menghafal dengan pembelajaran bermakna sama-sama mengingat materi, namun ingatan siswa akan lebih kuat dan tahan lama jika mereka paham konsepnya.

2. Faktor yang Menentukan Variasi Cara dan Keberhasilan Belajar Siswa

Belajar yang bermakna artinya belajar dengan menerima hubungan antara konsep-konsep, belajar dengan melalui penerimaan terpimpin dengan pengajaran terencana dengan menggunakan peragaan, dan belajar melalui penemuan sendiri dengan penelitian ilmiah dan penemuan hal-hal baru.

Definisi di atas tersebut bertujuan supaya terjadi pembelajar bermakna. Guru harus berusaha mengetahui dan menggali konsep yang telah dimiliki siswa untuk keberhasilan belajar siswa. Guru juga harus membantu memadukan materi secara harmonis antara konsep-konsep tersebut dengan materi baru yang akan diajarkan kepada siswa.

3. Siswa Bukan Hanya Mendengarkan Guru

Belajar bermakna artinya siswa mengalami langsung apa yang dipelajarinya. Siswa belajar dengan mengaktifkan lebih banyak indera, bukan hanya dengan mendengarkan guru di kelas saja.

Siswa akan diajak untuk melakukan research ilmiah sampai dengan menemukan hal-hal baru. Di sini siswa harus aktif juga, jadi kegiatan belajar mengajar adalah dua arah, antara guru ke siswa dan siswa terhadap guru. Jadi guru tidak hanya sekadar mengajar saja.

Hal ini membuat kegiatan pembelajaran lebih interaktif dan siswa juga bisa lebih aktif dalam memahami materi pelajaran tersebut. Pembelajaran ini dinilai menyenangkan, sehingga tidak membuat siswa cepat bosan atau jenuh. Makanya tak heran jika pembelajaran bermakna sering digunakan banyak guru.

4. Mempermudah Proses Belajar Hal-hal Lain

Saking banyaknya materi pelajaran yang harus dipahami siswa terkadang membuat mereka sering lupa tentang materi yang pernah dipelajari sebelumnya. Informasi yang dilupakan tertutup oleh struktur pengetahuan baru yang sudah terbangun.

Dalam pembelajaran bermakna, siswa akan menjadi lebih mudah dalam melalui proses belajar hal-hal yang mirip walaupun telah terlupakan. Karena pembelajaran ini menghubungkan konsep yang pernah dipelajari dengan materi baru.

5. Informasi dan Materi yang Dipelajari Akan Lebih Lama Diingat

sumber: https://www.pexels.com/

Dalam melakukan pembelajaran bermakna, artinya belajar tidak hanya sekedar menghapal, tetapi juga menghubungkan konsep-konsep untuk menghasilkan pemahaman yang utuh.

Dengan konsep tersebut maka informasi atau materi yang telah dipelajari di sekolah secara bermakna akan lebih lama dapat diingat oleh siswa. Mereka mengerti tentang pelajarannya, bukan hanya menghafal dan untuk keperluan ujian.

Suatu saat, saat mereka ditanya kembali tentang informasi yang di dapat di rumah, maka mereka akan masih ingat. Bahkan, siswa juga akan masih bisa menjelaskan. Tentunya ini bermanfaat bagi siswa untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan baik dan sesuai harapan.

6. Media Belajar untuk Mempermudah Guru Beragam

Penggunaan media belajar itu sangat penting untuk mempermudah guru dalam mengajarkan tentang materi pelajaran. Selain itu, media pembelajaran juga aka membantu siswa supaya belajar dengan lebih menyenangkan. Banyak media yang bisa guru gunakan untuk membuat siswa belajar dengan menyenangkan. Media pembelajaran membantu guru untuk menciptakan konsep pembelajaran bermakna.

Bagaimana Membangun Komunikasi dan Interaksi Positif dengan Orangtua?
Komunikasi yang baik merupakan komunikasi yang terjalin secara timbal balik, di mana terdapat pihak yang berbicara dan mendengarkan

7. Mengaitkan Materi dan Pengetahuan Siswa

Dalam pembelajaran bermakna, bisa dikaitkan materi yang diajarkan dengan pengetahuan dan pengalaman siswa sehari-hari supaya lebih mudah. Siswa akan bisa relate dan mengerti tentang materi dengan cepat.

Ini adalah bentuk modifikasi yang sederhana. Kalau misalkan dirasa sulit menghubungkan dengan pengalaman sehari-hari, bisa juga ambil dari kehidupan sosial dan lingkungan siswa.

Itulah beberapa hal mengenai pembelajaran bermakna beserta manfaatnya yang bisa Anda ketahui. Dengan pembelajaran bermakna, siswa bisa memahami materi lebih baik.