10 Cara Mengajarkan Rasa Terima Kasih untuk Melawan Stress pada Anak

Stress kerap kali terjadi saat kita tidak bisa lagi menampung masalah dan menerima berbagai macam kejadian yang tidak sesuai dengan ekspetasi dan keinginan kita. Stress bukan hanya dapat dialami oleh orang dewasa saja, tetapi anak-anak juga bisa mengalami stress. Jika orang dewasa mengalami stress karena masalah finansial, asmara, dan pekerjaan, anak-anak mengalami stress karena tekanan orang tua dan sekolah, banyaknya tugas yang diberikan dan tidak mampu memberikan hasil yang memuaskan saat ujian sekolah. Orang tua bisa saja menganggap bahwa apa yang dialami anak-anak sangat biasa tidak seberat orang tua yang bekerja mencari uang.

Dengan ketidakpedulian orang tua terhadap masalah yang kerap kali dialami siswa, tidak jarang kita mendapatkan kabar yang tidak diinginkan terjadi di setiap tahunnya. Oleh karena itu, untuk meminimalisir kejadian tersebut, Anda harus lebih protect dan belajar memahami anak-anak Anda. Salah satu cara yang dapat mengatasi stress yaitu dengan bersikap lapang dada dan selalu berterima kasih dengan segala kejadian yang telah dialaminya. Lantas bagaimana cara mengajarkan rasa terima kasih saat anak sedang mengalami gejala stress yang berlebihan?

Sebelum membahas tentang bagaimana cara mengajarkan anak-anak untuk berterima kasih saat sedang mengalami permasalahan, mari kita membahas apa yang dimaksud dengan terima kasih.

Terima kasih adalah sebuah ucapan dan kesadaran yang dialami serta dilakukan seseorang terhadap sesuatu yang telah terjadi pada dirinya.

Kebanyakan orang-orang akan mengucapkan terima kasih saat mereka mendapatkan sesuatu yang dinginkannya serta kabar baik yang sudah ditunggu-tunggu sejak lama. Namun, dalam kasus ini kita akan membahas bagaimana bila seseorang tersebut sedang mengalami kesusahan dan terjerat masalah? Apakah mereka akan tetap berterima kasih atau melakukan hal yang sebaliknya?

Apabila kita membahas fakta, sangat jarang kita menemukan orang-orang berterima kasih saat mendapatkan musibah. Namun, tanpa Anda sadari bahwa dengan menerima keadaan yang mereka alami dan mengucapkan terima kasih walaupun kejadian yang dialaminya tidak sesuai dengan keinginan, Anda dapat mencegah terjadinya serangan stress pada diri Anda. Stress dapat terjadi karena Anda tidak bisa menerima keadaan dan kenyataan yang Anda dengar dan lihat di depan Anda. Maka dari itu, salah satu cara untuk mengatasi terjadinya serangan stress yang berlebihan, Anda dapat memulainya dengan selalu bersikap tenang dan tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih atas semua kejadian yang telah Anda lalui.

Namun, kenyataannya berucap terkadang lebih mudah daripada bertindak. Apalagi dalam konteks ini kita membahas tentang seorang anak yang ingin melawan rasa stressnya, yang di mana mereka masih bersikap labil dan jauh dari kata dewasa. Oleh karena itu, kita akan membahas bagaimana cara mengajarkan rasa terima kasih kepada anak ketika sedang mengalami stress. Berikut adalah penjelasannya.

10 Cara Mengajarkan Rasa Terima Kasih untuk Melawan Stress pada Anak

Bersikap lapang dada dan selalu tenang di segala kondisi memang perilaku yang sulit untuk diterapkan. Apalagi untuk selalu bersikap dan mengucapkan terima kasih saat sedang mengalami kesulitan. Layaknya peribahasa yang mengatakan ala bisa karena biasa. Mungkin awal-awalnya akan terasa sulit dan bahkan Anda bisa saja mengalami frustasi, tetapi apabila Anda sudah berniat untuk bisa menunjukkan aura positif dalam diri Anda, Anda akan terbiasa dan tidak lagi merasa terbebani.

1. Berdoa

Kerap kali kita sering merasa sendiri ketika sedang terjerat dalam masalah. Kita akan selalu merasa sendiri dan kesepian karena tidak ada yang mampu menolong. Namun, Anda jangan pernah melupakan Tuhan yang akan selalu ada untuk Anda dan kita semua. Oleh karena itu, daripada Anda mengeluh tidak pasti ketika sedang stress dan mendapatkan masalah, ada baiknya Anda mengingat Tuhan yang memiliki kekuatan dan kuasa lebih tinggi dibandingkan seluruh manusia yang di muka bumi. Biasanya dengan mengingat Sang Pencipta, jiwa dan raga kita akan lebih tenang dan damai. Lakukan dan terapkan cara ini kepada anak-anak Anda.

2. Intropeksi Diri

Karena masalah yang terjadi di dalam hidup kita, kerap kali kita melupakan sebenarnya apa yang telah kita lakukan mengapa kita bisa mendapatkan masalah tersebut. Dengan intropeksi diri, kita akan menjadi lebih pengertian dan memahami apa yang dapat kita lakukan serta yang harus kita hindari. Dengan mengenal diri kita lebih dalam, kita bisa lebih berterima kasih karena masih diberikan celah untuk mengatasi permasalahan tersebut.

3. Bersyukur

Apakah Anda pernah bersyukur ketika Anda sedang mengalami masalah yang begitu berat? Apabila jawabannya adalah tidak, mulailah untuk selalu bersyukur. Dengan mengucapkan syukur di setiap kesempatan yang terjadi pada diri Anda, Anda bisa lebih bisa menghargai dan mencintai diri Anda sendiri. Terkadang kita sebagai manusia tidak pernah menyadari bahwa seharusnya kita berterima kasih karena masih diberikan napas kehidupan oleh Tuhan. Oleh karena itu, marilah tetap bersyukur di setiap keadaan, ya.

4. Melihat Orang Lain

Salah satu yang harus Anda terapkan dan ingat, jangan biarkan Anda terlalu fokus dengan diri Anda sendiri. Sesekali lihatlah keadaan orang lain, karena dengan melihat orang lain kita akan belajar untuk terus mengucapkan terima kasih dengan kehidupan yang kita miliki. Sebagian orang kerap kali gelap mata dengan apa yang mereka punya, sehingga menjadi tidak sadar bahwa apa yang mereka miliki dan alami tidak seberat orang lain alami. Oleh karena itu, dengan selalu bersikap terima kasih dengan keadaan yang sedang Anda alami, Anda dapat terhindar dari rasa stress yang berlebihan.

5. Berkumpul Bersama Keluarga

Berterima kasihlah Anda apabila Anda memiliki keluarga. Dengan memiliki keluarga, Anda tidak perlu takut dalam menghadapi kejamnya dunia kepada Anda. Anda memiliki motivator, sahabat dan tameng yang akan selalu menjadi perisai juga tempat berlindung Anda saat sedang terjauh. Oleh karena itu, dengan berkumpul bersama keluarga saat pikiran sedang penat, Anda bisa mencegah diri Anda untuk terserang stress.

6. Sharing

Carilah teman berbagi, atau Anda bisa mengandalkan ibu Anda di rumah. Dengan berbagi masalah, Anda dapat mengurangi beban yang sedang Anda alami. Setelah beban yang sedang Anda pikul berkurang, Anda akan menyadari bahwa Anda sangat beruntung karena masih memiliki pundak yang akan menopang Anda saat terjatuh.

7. Bersikap Positif

Ucapan dan sikap positif sangat bagus untuk pertumbuhan serta perkembangan mental seseorang. Dengan selalu bersikap positif, Anda dapat terhindar dari rasa cemas dan juga dapat mencegah terjadinya serangan stress yang berat. Selain itu, sikap positif bukan hanya bagus pada diri Anda sendiri, sikap positif yang telah Anda terapkan dapat memberikan dampak pada setiap orang yang telah Anda temui tanpa Anda tahu.

8. Olahraga

Ketika sedang mengalami masalah, berolahragalah. Dengan berolahraga Anda dapat menyadari bahwa Anda masih bisa diberikan kesehatan dan fisik yang bagus sampai saat ini. Anda tidak mengalami kekurangan, tidak seperti orang lain yang mungkin membutuhkan tenaga lebih untuk melakukan pekerjaan.

7 Hal Inspiratif dari Konsep Sokola Rimba Butet Manurung
Sokola Rimba adalah sekolah binaan yang dibuat oleh Butet pada tahun 2003 di daerah Jambi. Sokola Rimba berasal dari kata sering yang digunakan oleh orang rimba (dialek dalam bahasa melayu) yang memiliki arti belajar. Sokola Rimba dapat diartikan sebagai tempat belajar orang-orang rimba.

9. Makan Makanan Sehat

Di saat Anda sedang mengalami masalah, Anda biasanya akan membawa diri Anda ke tempat makanan yang siap saji dan menikmati segala jenis makanan yang mungkin tidak sehat. Oleh karena itu, mulai sekarang ubahlah kebiasaan tersebut. Dengan Anda menyantap makanan sehat, Anda akan diberikan pencerahan bahwa Anda masih sangat beruntung untuk hidup sehingga bisa menikmati makanan sehat. Selain dapat mencegah Anda mengalami stress berlebihan, Anda juga dapat menjaga tubuh Anda untuk selalu sehat dan terhindar dari lemak jahat.

5 Tips Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Anak
Menurut Petrie, 1997 kecepatan perkembangan komunikasi serta bahasa anak-anak akan ditentukan sebagaimana cara orang dewasa menghargai bahasa anak-anak, misalnya pada saat Anda mendengarkan anak, berarti Anda telah menunjukkan perhatian kepada mereka serta mengembangkan kepercayaan diri mereka.

10.  Tidur

Tidur adalah salah satu kegiatan yang paling banyak dilakukan oleh seseorang ketika sedang mengalami masalah. Dengan tidur, Anda dapat membuat pikiran Anda menjadi lebih rileks dan ketika Anda bangun pikiran Anda menjadi lebih tenang.

Berdasarkan penjelasan di atas mengenai cara mengajarkan rasa terima kasih kepada anak untuk melawan stress, manakah yang paling sulit untuk dilakukan? Satu hal yang tidak boleh Anda lupakan ketika sedang mengalami masalah, selalu berterima kasihlah kepada diri Anda sendiri karena bisa bertahan sampai sejauh ini. Dengan berterima kasih, hidup Anda akan menjadi lebih damai dan terhindar dari bisikan jahat yang menginginkan Anda dan anak Anda hancur.